JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah melalui Kementerian PU melakukan operasi darurat mengatasi bencana kekeringan di berbagai wilayah. Beberapa daerah yang mendapatkan layanan air bersih seperti di sekitar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, Lebak, maupun Kabupaten Banjar. Seperti diketahui, dampak El Nino 2026 telah menyebabkan berbagai wilayah mengalami darurat kekeringan.
Menyikapi dampak fenomena El Nino 2026, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melakukan strategi mitigasi risiko kekeringan seiring dengan meluasnya musim kemarau di berbagai wilayah Indonesia. Mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sekitar 73% wilayah tanah air kini telah memasuki periode kemarau.
Salah satu upaya penanganan dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane pada Kamis (23/7) menyalurkan dua mobil tangki kapasitas 8.000 liter ke dua lokasi yakni 3 RT dengan jumlah 75 KK di Kecamatan Setu Tangerang Selatan Provinsi Banten dan Pondok Pesantren Nihayatul Amal Serang dengan 80 KK di Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Antisipasi El Nino guna memperkuat koordinasi lintas unit organisasi di lingkungan Kementerian PU. Menurut Menteri Dody, penanganan El Nino harus dilakukan secara terpadu karena dampaknya tidak hanya dirasakan sektor pertanian, tetapi juga dapat memengaruhi layanan penyediaan air minum dan operasional infrastruktur sumber daya air.
“Untuk mengantisipasi El Nino, kami membentuk Satgas. Karena yang terdampak tidak hanya irigasi dan sawah yang kekeringan, tetapi mungkin di beberapa titik SPAM dan bendungan juga akan mengalami kekeringan,” kata Menteri Dody.Adapun puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September 2026, dengan masa kering panjang yang berpotensi terus berlangsung sampai dengan awal tahun 2027.
Bantuan Kab.Lebak dan Kab. Banjar
Untuk wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau El Nino.
BBWS C3 mengerahkan tiga armada dump truck untuk membawa tandon air masing-masing berisi 3 ribu liter air bersih untuk didistribusikan kepada masyarakat di tiga desa, yaitu Desa Banjarsari, Desa Sukaraja, dan Desa Jagabaya, Kecamatan Warunggunug. Selain itu, diterjunkan pula sebanyak dua unit Mobile Pump dan delapan unit Kempu.
Bantuan ini dinilai cukup membantu warga terdampak kekeringan. Seperti yang diungkapkan Muhammad Syarif, warga Kampung Pasir Keris, Desa Sukaraja, sangat terbantu dengan adanya distribusi air bersih tersebut.
“Alhamdulillah, adanya bantuan air bisa membantu masyarakat Pasir Keris air untuk memasak, untuk wudhu, dan sebagainya. Masyarakat Pasir Keris senang adanya bantuan air dikarenakan di Pasir Keris Desa Sukaraja kekeringan,” tuturnya.
Sementara, musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar mengalami krisis air. Tidak sedikit sumur warga dan aliran sungai mengering sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari.
Terkait krisis air di Banjar, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Selatan menyalurkan bantuan air minum ke sejumlah desa terdampak melalui distribusi menggunakan mobil tangki.
Kepala BPBPK Kalimantan Selatan, Denny Surya, mengatakan pihaknya mengerahkan tiga unit mobil tangki air dan dua unit hidran umum untuk mendistribusikan pasokan air bersih yang bersumber dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Banjarbakula. Bantuan tersebut disalurkan ke beberapa desa yang mengalami kekeringan, salah satunya Desa Gunung Batu yang dihuni 61 kepala keluarga (KK).
“Selain mendistribusikan air minum, kami juga memasang tandon tambahan di sejumlah fasilitas umum agar masyarakat dapat mengakses air dengan lebih mudah dan tertib. Kami berharap bantuan ini mampu meringankan beban warga hingga kondisi pasokan air kembali normal,” ujar Denny, di Banjarmasin, kemarin./








































