www.bisnistoday.co.id
Jumat , 21 Agustus 2026
Home EKONOMI Pojok PKL : Kenapa Gengsi Jadi Pedagang?
EKONOMIEkonomi Rakyat

Pojok PKL : Kenapa Gengsi Jadi Pedagang?

PEDAGANG KAKI LIMA, Targono di Shelter BIma, Kota CIrebon, kemarin.
Social Media

CIREBON, Bisnistoday –Ucapan spontan dari pedagang Kaki Lima, Shelter Bima Kota Cirebon, Jawa Barat, Targono (56 th) kepada Ketum APKLI Perjuangan, Ali Mahsun Atmo di Cirebon, Minggu (18/6), “Mengapa harus gengsi jadi Pedagang?”

Targono mengaku telah berdagang di Shelter Bima, sudah 6-7 tahun lamanya. Mengapa harus gengsi karena untuk hidup keluarga. Pedagang menginginkan juga hidup bahagia dan tentram.” Itu saja sudah cukup bagi pedagang seperti saya,” ucapnya.

Pedagang yang juga mengantongi gelar sarjana hukum dan sarjana ekonomi ini, menempati usahanya yang berada di salah satu dari 66 unit shelter Bima. Kesehariannya, mengaku mampu memutarkan usaha (omzet) sekitar Rp 4-5 juta.

“Pedagang di Shelter Bima ini, memang harus mencontoh karakter Tokoh Wayang Bima, yang Kuat, Jujur dan Ulet. Itulah kami,” tuturnya.

Apalagi, disini, kata Targono, Shelter Bima ini dikelilingi kawasan yang menunjang seperti keberadaan beberapa lembaga, seperti Universitas Gunung Jati, Untag dan juga sejumlah SMA dan SMP. “Memang disini juga ada stadion Bima, sebagai ikon,” ucapnya.

Terpenting, bagi Targono, pedagang dapat berjualan lancar, dan tenang. Tidak ada penggusuran, karena berdagang jadi lumbung ekonomi rakyat golongan bawah, termasuk dirinya.

“Semua yang bekerja disini untuk keluarga, justeru bagaimana bisa meningkatkan UMKM baik modal atau keamanan berdagang.”

Kerukunan Pedagang

Targono mengakui, kerja sama antara pedagang di shelter Bima cukup baik, guyub. Dari pedagang sejumlah sekitar 300-400 orang tentunya ada yang nakal, tapi tidak banyak. “Tidak ada yang cek-cok antar pedagang. Dan kami juga sering mengadakan pertemuan, dan semua sepakat,” ujarnya.

Bantuan dari Pemkot Cirebon juga baik, seperti keberadaan Shelter Bima ini, juga dari Pemkot Cirebon. Hal yang penting juga, dukungan dari aparat keamanan seperti Satpol PP, atau Kepolisian setempat sangat baik. “Setiap malam Polisi berpatroli, menanyakan situasi lingkungan,” terangnya.

Ali Mahsun Atmo, Ketua Umum APKLI Perjuangan, mengutarakan, pedagang Kaki Lima di Shelter Bima bisa dikembangkan potensinya sebagai salah satu heritage Kota Cirebon. Dengan lokasi yang strategis di perlintasan jalur pantura Jawa, Shelter Bima sebagai barometer ekonomi rakyat Kota Cirebon.

“Letaknya yang ini depan jalur pantura, bisa dikembangkan dan bisa mengangkat citra Kota Cirebon dan wong cilik, secara nasional.”/

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

UMKM Batam
Ekonomi Rakyat

Semester I-2026, Kemendag Fasilitasi Seribu UMKM dalam Program “Business Matching”

JAKARTA, Bisnistoday– Kementerian Perdagangan memperluas akses pasar internasional bagi pelaku usaha mikro,...

Dirut KAI
EKONOMI

Dirut KAI Fokus Optimalkan Area Pertumbuhan Ekonomi Wilayah TOD

JAKARTA, Bisnistoday – PT Kereta Api Indonesia (KAI) bakal lebih fokus pengembangan...

EKONOMI

Kota Bandung Bidik 24 Juta Kunjungan Wisatawan, Bandara Husein Jadi Penguat Konektivitas

BANDUNG, Bisnistoday - Pemerintah Kota Bandung menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 23-24...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Peringati HUT ke-81 RI, Menkop Tegaskan Komitmen Kemerdekaan Ekonomi Kerakyatan

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun...