www.bisnistoday.co.id
Selasa , 3 November 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Presiden Jokowi Minta Segera Reformasi Regulasi Ekonomi Digital
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Presiden Jokowi Minta Segera Reformasi Regulasi Ekonomi Digital

PRESIDEN JOKO WIDODO saat pembukaan Kongres ke XXV PWI, di Istana Negara, Jakarta.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya regulasi terkait transformasi digital. Regulasi harus dibuat dengan lebih holistis agar perkembangan teknologi dapat menciptakan potensi ekonomi baru dan tidak menghambat perekonomian yang sudah ada.

“Payung besar regulasi tentang transformasi digital ini memang harus dibuat dengan lebih holistis dan ini sedang dikerjakan pemerintah agar perkembangan teknologi bisa–yang kita harapkan dan diharapkan oleh masyarakat–mestinya perkembangan teknologi itu bisa menciptakan potensi ekonomi baru, bukan membunuh ekonomi yang sudah ada, bukan menggerus ekonomi yang sudah ada,” ujar Presiden dalam sambutannya pada Pembukaan Kongres XXV Persatuan Wartawan Indonesia 2023, yang digelar di Istana Negara Jakarta, Senin, (25/9).

Presiden juga mengatakan bahwa regulasi tersebut dibuat untuk mengantisipasi pesatnya kemajuan teknologi. Selain itu, melalui regulasi transformasi digital tersebut pemerintah ingin memberikan payung hukum terhadap industri kreatif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tanah Air.

“Industri kreatif harus dipayungi. UMKM kita harus dipayungi dari terjangan dunia digital ini,” ungkap Presiden.

Lebih lanjut, Presiden mengatakan bahwa pemerintah baru saja memutuskan aturan terkait perniagaan di media sosial atau social commerce di Indonesia. Presiden menyebut social commerce memberikan dampak yang besar bagi pelaku UMKM di Tanah Air akibat terlambatnya regulasi.

“Tadi baru saja kita rapat terbatas memutuskan mengenai sosial media yang digunakan untuk e-commerce. Besok mungkin keluar. Karena dampaknya memang sangat dahsyat sekali. Kita terlambat hanya berapa bulan saja sudah efeknya ke mana-mana,” ucap Presiden.

Presiden juga mengatakan bahwa dunia digital tidak bisa dihentikan. Bahkan, negara-negara besar juga memiliki kekhawatiran terhadap perkembangan teknologi yang begitu pesat.

“Kemarin waktu terakhir G20 di India, urusan AI (artificial intellegence) ini 6 negara berbicara secara khusus mengenai ini. AI ini. Negara-negara besar lagi. Dan saya menangkap ada ketakutan-ketakutan yang amat sangat mengenai artificial intelligence,” tutur Presiden.

“Dan regulasinya selalu terlambat, peraturannya selalu terlambat sehingga selalu didahului oleh hal-hal yang baru. Kita belajar yang satu belum selesai sudah muncul generative artificial intelligence. Ini barang apa lagi yang satu belum kita pelajari. AI sekarang ini,” tegasnya./Setpres./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Suku Bunga Mekaar Turun Jadi 8 Persen Pertengahan November, Pemerintah Anggarkan Subsidi Rp2,6 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday.co.id — Menteri UMKM Maman Abdurrahman memastikan penurunan suku bunga Kredit...

Ekonomi & Bisnis

Sun Life Syariah Resmi Diluncurkan, Hadirkan Perlindungan Yang Amanah Bagi Pesertanya

JAKARTA, Bisnistoday.co.id— Sun Life Indonesia memperkuat komitmennya dalam mengembangkan perlindungan berbasis syariah...

Jasa Marga
HEADLINE NEWS

Infrastruktur Dunia Memasuki Era Sistem Terintegrasi Dengan Dukungan AI

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Dunia infrastruktur tengah memasuki babak baru. Pembangunan tidak lagi sekadar...

Panasonic Gathering
Ekonomi & Bisnis

Panasonic Perkuat Kemitraan Jangka Panjang Dengan Dealer Melalui National Dealer Gathering 2026

BALI, Bisnistoday.co.id – Guna membangun kemitraan dengan para diler, PT Panasonic Gobel...