www.bisnistoday.co.id
Minggu , 6 September 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Makanan Olahan Ikan Siap Menuju Pasar Ekspor 
Ekonomi & Bisnis

Makanan Olahan Ikan Siap Menuju Pasar Ekspor 

Social Media

TANGERANG, Bisnistoday – Bisnis makanan olahan ikan semakin menggiurkan mengingat potensi sumber  daya ikan Indonesia sangat berlimpah. Bisnis ikan olahan tersebut memberikan nilai tambah tersendiri yang siap  merambah pasar ekspor. 

Nindita Nareswari, pemilik Dapur S’Best, membidik peluang itu sejak 2018. Ia merupakan seorang pengusaha  wanita yang memproduksi aneka makananan olahan ikan asal Palangka Raya, Kalimantan Tengah. 

“Bisnis olahan berbahan baku ikan ini bisa dijadikan lahan usaha. Usaha ini cukup menggiurkan. Ini terbukti  usaha saya terus meningkat dengan semakin banyak permintaan,” ceritanya di sela-sela kesibukannya  mengikuti pameran di gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-38, Jumat (20/10), di Hall 3 Paviliun UKM Ekspor  Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten. 

Dari bahan baku ikan, Dapur S’Best terus mengenalkan produknya kepada masyarakat. Produknya antara lain  berupa aneka jenis pempek, makanan beku, shrimp roll, dan ebi furai. Tak hanya itu, produk olahan berbahan  baku ikan tenggiri, seperti stik, kerupuk, dan amplang, juga dikembangkan. 

“Produk olahan dengan bahan baku ikan tenggiri diolah tanpa pengawet makanan sehingga aman dikonsumsi  untuk semua kalangan,” ujarnya Nindita berpromosi seraya menambahkan, produk olahan pempeknya cocok  dijadikan hamper. 

Dalam sebulan, ia mengaku bisa mengolah 500 kg bahan baku. Ia juga sudah mempunyai pemasok yang khusus  sehingga ketersediaan bahan bakunya tidak masalah. Nindita juga memiliki usaha bersama dengan teman usaha  sejenis dengan membuat kelompok Huma Gawin Itah dimana dirinya sebagai ketuanya. 

Tantangan dan Inovasi 

Di Indonesia, banyak jenis produk olahan ikan serupa yang sudah sukses di pasar dan mempunyai banyak  penggemar. Bagi Nindita, hal ini merupakah salah satu tantangan yang harus dihadapi. Agar usahanya terus  maju, ia selalu berinvoasi dan membaca peluang-peluang pasar untuk memperkenalkan produknya. Ia juga  tetap rajin mengikuti berbagai pelatihan dan pameran, serta aktif di lokapasar untuk menjajakan berbagai aneka  produk olahan ikannya. 

Untuk menjaga kualitas, produk Dapur S’Best dikemas dengan plastik yang memenuhi standar untuk makanan  (food grade) yang divakum dan tahan untuk pengiriman ke luar kota selama enam hari. Produk olahan dengan  bahan baku ikan tenggiri, tanpa pengawet makanan, sehingga aman dikonsumsi untuk semua kalangan. “Dapur S’Best, Best in Taste Best in Quality,” kata Nindita.

Untuk pemasaran, Dapur S’Best memiliki beberapa reseller di kota Palangka Raya dan beberapa Kabupaten di  Kalimantan Tengah. Selain itu, Dapur S’Best juga memanfaatkan lokapasar (marketplace) Pasar Digital (PaDI)  UMKM untuk memasarkan produknya serta kerap mengikuti pameran, baik lokal maupun nasional. 

“Permintaan sudah merambah ke sejumlah kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya. Bahkan  ada juga dari Sulawesi. Ini karena saya lakukan melalui online,” jelas Nindita. 

Nindita mengaku bahagia ketika ada tawaran untuk mengikuti pameran di TEI. Ia langsung setuju untuk  berpartisipasi. Tapi, sebelumnya Nindita harus mengikuti pelatihan di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia  Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementerian Perdagangan. 

Pelatihan di PPEJP ini, lanjutnya, dimaksudkan agar dapat mengetahui prosedur dan dokumen ekspor dan hal hal teknis dalam proses kegiatan ekspor. 

Alhasil, pada TEI 2023, ia mendapat buyer (pembeli) dari Ghana yang akan meneken kontrak sejumlah  produknya. Kendati kapasitas ekspornya masih kecil, tapi baginya ini akan membuka peluang usahanya  merambah ke mancanegara. “Ekspor ada, tapi tidak besar karena melalui pihak ketiga,” ungkapnya.// 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Tiga Tantangan Koperasi Tembus Pasar Global

JAKARTA, Bisnistoday — Kementerian Koperasi (Kemenkop)  mengindentifikasi tiga tantangan yang menyebabkan koperasi masih...

Ekonomi & Bisnis

The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 : Akselerasi Energi Terbarukan Indonesia, Membuka Peluang Investasi, Membangun Ketahanan

JAKARTA, Bisnistoday — The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 resmi dibuka hari ini...

Ekonomi & Bisnis

PERKOSMI : Industri Kosmetik Tumbuh Pesat, Perlu Dikawal Bersama

JAKARTA, Bisnistoday – Industri kosmetik Indonesia merupakan salah satu industri yang terus...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Siapkan Mesin Pascaproduksi bagi KDKMP Pada 2027

LAMPUNG, Bisnistoday – Kementerian Koperasi (Kemenkop) akan menyiapkan alat-alat mesin-mesin pascaproduksi untuk...