www.bisnistoday.co.id
Jumat , 25 September 2026
Home EKONOMI Sektor Riil Industri Sawit Optimistis Menyambut Peluang 2024
Sektor Riil

Industri Sawit Optimistis Menyambut Peluang 2024

PEMBUKAAN IPOC Tahun 2023 di Bali./
Social Media

NUSA DUA, Bisnistoday –  Sebagai penyumbang devisa terbesar, industri sawit optimistis menyambut peluang tahun 2024. Hal itu disampaikan Ketua Umum GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Eddy Martono saat memberikan sambutan dalam upacara pembukaan 19th Indonesian Palm Oil Conference and 2024 Price Outlook di Bali International Convention Center (BICC), Kamis (2/11).

Meskipun begitu, Ia berharap pemerintah Indonesia dapat mengambil langkah-langkah yang bijaksana untuk menjaga daya saing industri kelapa sawit Indonesia dengan memperkuat produksi minyak sawit berkelanjutan.

Sejumlah tantangan harus dihadapi industri sawit nasional. Di tengah melemahnya laju ekonomi global dan inflasi yang dialami oleh sepertiga negara di dunia yang diikuti oleh situasi geopolitik dunia seperti perang Russia dan Ukraina serta konflik terkini yang belum lama terjadi, yakni perang Israel dan Palestina, menurut Eddy, industri sawit Indonesia perlu mengambil langkah untuk tetap bertahan dalam ketidakpastian pasar.

“Kami juga melihat adanya volatilitas harga minyak kelapa sawit yang dikombinasikan dengan produktivitas yang stagnan. Faktor-faktor tersebut mengindikasikan adanya ketidakpastian dalam perdagangan global sehingga ketahanan bisnis perlu ditingkatkan,” ujar Eddy Martono.

Beberapa langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan ketahanan industri sawit adalah melalui program replanting dan penggunaan energi terbaharukan melalui bioavtur. “Kami yakin dengan kebijakan pemerintah yang tepat, industri kelapa sawit dapat tumbuh dengan mantap di tengah dinamika pasar dan perekonomian,” kata Eddy Martono.

Melihat perkembangan global, sangat menarik untuk membahas secara mendalam demi mendapatkan wawasan lebih dari para ahli. Itu sebabnya, menurut Eddy, IPOC tahun ini mengangkat tema utama “Meningkatkan Ketahanan di Tengah Ketidakpastian Pasar”.

Tema ini diangkat terutama mengingat kita menyaksikan dinamika signifikan perekonomian dunia seperti perlambatan pertumbuhan ekonomi dan tingginya inflasi yang dialami oleh sepertiga negara di dunia.//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Harga Emas
Sektor Riil

Kerja Sama SICPA-Peruri Securink, Keamanan Produk EMASKU® Makin Terjamin

BANDUNG, Bisnistoday  -  PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) memperkuat keamanan produk emas...

Usaha Mikro
Sektor Riil

Kisah Ketekunan Usaha Mikro Asal Klaten Membangun Bisnis Hingga Menembus Pasar Global

KLATEN, Bisnistoday - Cerita menembus pasar global tidak selalu berasal dari perusahaan...

Dr Nicolaas Warouw (kiri) dan Dr Andi Achdian seusai acara diskusi di Universitas Nasional, Rabu (26/8/2026) (foto: Adi)
Sektor Riil

Mencari Bentuk Baru Solidaritas Kelas Pekerja

JAKARTA, Bisnistoday - Perubahan dunia kerja menghadirkan persoalan baru bagi politik kelas...

Peserta Roundtable Discussion “Mewujudkan Aksi Kolaborasi Ekonomi Sirkular dalam Rantai Nilai TPT. (dok:Ist)
Sektor Riil

Percepat Ekonomi Sirkular, Pelaku Rantai Nilai Tekstil Dorong Kolaborasi

JAKARTA, Bisnistoday – Para pelaku industru tekstil yang tergabung dalam Indonesia Business...