www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 17 Oktober 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Gubernur BI: Pelemahan Rupiah Bersifat Sementara
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Gubernur BI: Pelemahan Rupiah Bersifat Sementara

Gubernur BI Perry Parjiyo manyakini nilai tukar rupiah bakal stabil.
Gubernur BI, Perry Warjiyo./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hanya bersifat sementara atau jangka pendek. Saat ini kurs rupiah berada di posisi Rp15.798,10 per dolar AS.

Adanya prediksi pasar bahwa Bank Sentra Amerika Serikat (The Fed akan memangkas suku bunga acuan pada semester 1-2024, namun mengacu pada situasi seperti inflasi inti AS yang masih belum turun di bawah sasaran, keyakinan pasar turut berpengaruh.

“Ternyata data-data terakhir, kayaknya Federal Open Market Commite (FOMC) sabar untuk tidak buru-buru menurunkan FFR (Feds Fund Rate) karena ekonomi masih tumbuh bagus dan inflasi inti juga belum turun di bawah sasaran,” kata Perry saat konferensi pers KSSK di Jakarta, Selasa (30/01).

Kabar lain, lanjut Perry, yang turut mempengaruhi nilai rupiah yakni terkait eskalasi geopolitik global tak kunjung mereda. Bahkan konflik geopolitik yang tadinya hanya terjadi di wilayah Timur Tengah, meluas hingga Laut China Selatan. Konflik geopolitik tersebut berdampak terhadap gangguan rantai pasok global.

“Kebijakan regulator Tiongkok dalam menghentikan peminjaman saham tertentu juga turut menjadi katalisator,” ungkapnya.

Kendati demikian, Perry menegaskan bukan hanya rupiah yang mengalami pelemahan tetapi nilai tukar di negara-negara berkembang lainnya juga mencatat pelemahan.

Padahal, menurutnya, nilai tukar rupiah seharusnya mengalami penguatan sejalan dengan fundamental Indonesia yang tetap kuat.

Lebih lanjut, Perry menyampaikan bahwa nilai tukar rupiah masih kuat secara fundamental dengan didukung oleh surplus neraca perdagangan, tingkat inflasi yang rendah, serta imbal hasil SBN yang tinggi.

“Karena ini faktor-faktor jangka pendek ya kami intervensi. Tugasnya BI ya begitu, kalau tekanan lagi tinggi ya kami stabilkan supaya pergerakan stabil dan kita giring untuk lebih menguat sesuai fundamental,” katanya.

Rupiah Ditutup Naik

Sementara itu kurs rupiah terhadap dolar AS di akhir perdagangan Selasa (30/01) naik menjelang rilis data inflasi Januari 2024 dan produk domestik bruto (PDB) Indonesia triwulan IV-2023.

Rupiah ditutup menguat 30 poin atau 0,19 persen menjadi Rp15.780 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.810 per dolar AS. “Dari domestik, pasar akan menunggu rilis data inflasi dan PDB,” kata ekonom Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto seperti dikutif Antara.

Baca juga: Pernyataan Jerome Powell Picu Pelemahan Kurs Rupiah

Rully memperkirakan inflasi domestik Januari 2024 stabil di 2,5 persen, sedangkan untuk PDB triwulan IV-2023 akan melambat ke kisaran 4,6 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Dari sisi global, lanjut Rully, saat ini pasar masih menunggu dan mencermati rilis berbagai data ekonomi dan keputusan dari bank sentral global, terutama bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed, dan guidance arah suku bunga kebijakan ke depan./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ekonomi & Bisnis

SELMA Lippo Icon Gajah Mada, Destinasi Baru Berburu Isi Rumah 

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - SELMA, penyedia isi rumah di bawah naungan Kawan Lama...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

IHSG Terjungkal, Waspadai Tekanan Arus Modal Asing akibat Usulan Reklasifikasi MSCI

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai usulan MSCI untuk...

Menteri Sarmuji
Ekonomi & Bisnis

Menperin Sarmuji: Rusia Tawarkan Kerja Sama Kapal Ikan dan IT

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Rusia menawarkan kerja sama di bidang kapal penangkap ikan dan...

Mendag Busan
HEADLINE NEWS

Kembangkan Usaha,  Mendag Busan Dorong Pelaku UMKM Manfaatkan AI

KAB. TANGERANG, Bisnistoday.co.id - Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong pelaku usaha mikro,...