JAKARTA, Bisnistoday – Pengusaha Warung Tegal (Warteg) yang tergabung dalam Himpunan Pedagang Warteg Indonesia (HipWin) menyesalkan pernyataan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono melarang munculnya warteg di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Penajam Paser Utara, Kaltim.
“Kami tentu sangat menyesalkan, pernyataan Menteri seperti itu. Warteg sebagai kekuatan usaha lokal, tak boleh berdagang. Seharusnya, warteg ini harus diberdayakan dengan sarana yang lebih nyaman, bukan dilarang,” tukas, Ketua Umum Himpunan Pedagang Warteg Indonesia (HipWin) Rojikin Manggala, di Jakarta, Sabtu (23/3).
Menurut Rojikin, bahwa selama ini warteg sudah menjadi bagian penting kehiduapan masyarakat sehari-hari. Pekerja di IKN tentu tidak semuanya masyarakat kelas atas.”Kehadiran warteg tentu tetap dibutuhkan, baik di kawasan elite sekalipun,” tuturnya.

Pernyataan Rojikin ini merespon, Menteri PUPR yang melarang adanya warteg atau bedeng kumuh di kawasan IKN nusantara. Menurut Menteri PUPR ini, beralasan karena kebersihan kawasan.
Seperti yang diungkapkan kepada media, bahwa Menteri Basuki Hadimuljono melarang munculnya warteg di kawasan IKN. Sebagai gantina akan disediakan dapur umum untuk para pekerja konstruksi.
”Nanti ini Februari-Maret baru mulai masuk pekerja fisiknya, kira kira aka nada 16 ribu pekerja konstruksi. Disana tidak boleh dengan bedeng-bedeng, semua masuk rusun, hunian pekerja,” ungkap Basuki, baru-baru ini./









































