www.bisnistoday.co.id
Minggu , 8 November 2026
Home EKONOMI Peran Ekonomi Syariah di Indonesia Terus Meningkat
EKONOMI

Peran Ekonomi Syariah di Indonesia Terus Meningkat

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Peranan ekonomi syariah di Indonesia terus meningkat sehingga perlu diwadahi dalam instrumen yang amanah, dipercaya dan bisa terus dikebangkan agar dampak dan hasilnya semakin dapat dirasakan masyarakat.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam acara Seminar Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah di Jakarta, Rabu (21/4) mengatakan hal tersebut sejalan dengan empat fokus utama ekonomi syariah Indonesia yang mencakup pengembangan industri halal, sektor keuangan syariah, sektor keuangan sosial syariah, dan kewirausahaan syariah.

Pemerintah, kata Menkeu, telah memberikan dukungan dalam berbagai kebijakan untuk pengembangan industri halam termasuk membangun dan membuka pusat industri halal Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Dalam The State of Global Islamic Economy Report 2020-2021 menggambarkan bahwa pengeluaran konsumen Muslim untuk makanan, minuman, farmasi dan pariwisata halal pada 2019 mencapai US$2,02 triliun,” ungkap Sri Mulyani.

Ia menambahkan, dalam hal itu Indonesia merupakan pasar dari produk halal terbesar di dunia, khususnya untuk sektor mekanan, wisata, farmasi, maupun kosmetik halal. “Potensi ini lah yang seharusnya memberikan inspirasi bagi para pelaku ekonomi yang ingin menggarap industri halam,” tambah Menkeu.

Selanjutnya untuk jasa keuangan syariah, Indonesia juga menunjukkan perkembangan yaitu tumbuh signifikan pada triwulan 1/2020 dengan pangsa keuangan syariah sebesar 9,89 persen dan belum termasuk kapitalisasi saham syariah yang total asetnya mencapai Rp1.802,8 triliun.

Menkeu menyebutkan industri keuangan syariah terus ditingkatkan termasuk melalui penggabungan usaha (merger) bank BUMN syariah menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) yang diharapkan mampu menjangkau dan memberikan pelayanan lebih luas.

Kemudian untuk keuangan sosial syariah, pemerintah terus mengembangkan dan mendorong kegiatan zakat, infaq, sedekah, dan wakaf. Zakat nasional secara statistik menjukkan pengumpulan pada 2019 mencapai Rp10,2 triliun oleh 491 organisasi Baznas dan 81 organisasi lembaga amil zakat.

“Bidang wakaf, Kementerian Agama juga menunjukkan luas tanah wakaf mencapai 53.273 haktare di 3.098.657 lokasi, sementara Badan Wakaf Indonesia juga menyatakan telah menghimpun Rp819 miliar pada 2020,” tandasnya.

Pentingnya Bersinergi

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menegaskan pentingnya sinergi sebagai kunci sukses untuk mewujudkan ekonomi keuangan syariah (EKSyar).

BI sendiri, kata dia, selalu berjamaah dalam mengembangkan EKSyar yang salah satunya dibuktikan melalui seminar nasional yang merupakan kerja sama antara Bank Indonesia dengan The Indonesia Association of Islamic Economist (IAEI), Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) serta Dewan Ekonomi Syariah.

“Sinergi berjamaah dan koordinasi yang kuat selama ini sejak lma tahun terakhir membuahkan hasil. Di mata keuangan syariah, BI aktif memajukan keuangan syariah,” kata Perry.

Bank Indonesia, kata Perry, mempunyai tiga pilar dalam membangun EKSyar. Pertama, membangun halal chain yang tidak hanya untuk industri kosmetik dan halal tourism, namun juga berbasis ekonomi umatbaik pesantren, ekonomi rumah tangga,serta penguatan gender.

Pilar kedua, dengan memperkuat keuangan syariah secara komersial maupun sosial. Pilar ketiga, edukasi dengan mengakampanyekan bahwa gaya hidup halal tersebut merupakan kebaikan dan keberkahan./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ancaman Serangan Siber (ilustrasi: Julio Lopez/Unsplash.com)
EKONOMIGagasan

Di Balik Kekacauan Global

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Beberapa hari terakhir marak beredar berita tentang peretasan sistem...

EKONOMIPerbankan & Asuransi

HUT BRI Life ke-39, Perkuat Komitmen “Melindungi Keluarga Indonesia”

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - PT Asuransi BRI Life merayakan Hari Ulang Tahun (HUT)...

Para pengunjuk rasa menuntut keringanan utang bagi negara-negara miskin dalam pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bangkok pada Oktober lalu. (dok: Peerapon Boonyakiat/Sopa Images/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Utang Luar Negeri Semakin Mencekik Negara Miskin

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Negara-negara miskin kini semakin sulit untuk berinvestasi untuk masa...

Pemilu Sela di AS (dok: The GuardianSteven Garcia/NurPhoto/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Demokrat Menangi Pemilu Sela di AS, Apa Dampaknya bagi Asia?

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Partai Demokrat berhasil menang telak dalam pemili paruh waktu...