JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (21/4) ditutup melemah 45,08 poin ke posisi 5.993,24. Sementara indeks LQ-45 turun 9,77 poin ke posisi 892,79.
Pelemahan IHSG masih dipicu sentimen negatif kenaikan kasus Covid-19 secara global dan revisi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 oleh Bank Indonesia (BI) menjadi 4,1% – 5,1% dari proyeksi sebelumnya 4,3% – 5,3%.\
Selain itu, kata Analis Bina Artha Sekuritas Nafan Aji, juga dipengaruhi oleh masih relatif minimnya makroekonomi global maupun domestik yang memberikan dampak positif terhadap pasar saham.
Pada perdagangan Rabu (21/4), IHSG dibuka langsung melemah dan tak mampu beranjak dari zona merah hingga penutupan perdagangan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor terkoreksi dengan sektor keuangan turun paling dalam yaitu minus 0,93 persen, diikuti sektor perindustrian dan sektor infrastruktur masing-masing minus 0,9 persen dan minus 0,88 persen.
Sedangkan dua sektor meningkat yaitu sektor transportasi dan logistik serta sektor energi masing-masing sebesar 0,41 persen dan 0,03 persen.
Penutupan IHSG tetap diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp512,04 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 843.341 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 13,58 miliar lembar saham senilai Rp7,59 triliun. Sebanyak 190 saham naik, 290 saham menurun, dan 155 saham tidak bergerak nilainya.
Sementara itu, kurs ruiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta juga ditutup melemah 32 poin atau 0,22 persen ke posisi Rp14.530 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.498 per dolar AS./


