www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 7 November 2026
Home HEADLINE NEWS Sektor Industri Gagal Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi
HEADLINE NEWS

Sektor Industri Gagal Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi

Pekerja Pabrik
PEKERJA PABRIK Industri Tekstil belum lama ini./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementrian perindustrian memegang peranan sentral pada masa pemerintahan mendatang dan menentukan apakah pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6 persen atau lebih. Kegagalan mendorong ekonomi tumbuh di atas 6 persen karena faktor ini, dimana sektor industri tumbuh rendah dan bergerak sangat lambat.  Ini terjadi karena absen dan kekosongan kebijakan industri dan kementrian perindustrian yang dorman.

Selama ini kementrian perindustrian berperan sangat terbatas dengan kebijakan yang lemah dan tidak bernilai signifikan untuk memajukan sektor industri. Secara terus-menerus sektor ini tumbuh di bawah 5 persen sehingga tidak punya daya dorong dan tidak mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi tinggi.

Bahkan sektor ini justru mendeg dengan pertumbuhan bahkan hanya 3-4 persen saja, yang menandakan ketiadaan dan absen kebijakan industri.  Industri dimatikan karena kebijakan yang surut dan tidak memberikan kesempatan, ruang dan dorongn bagi industri nasional.

Jika kebijakan industri terus terjadi seperti selama 1-2 dekade terakhir ini, maka lupakan janji Prabowo untuk memajukan ekonomi yang tumbuh tinggi akan bisa tercapai.  Yang terjadi mungkin bahkan sebaliknya dimana pertumbuhan ekonomi akan selalu di bawah 5 persen karena terhambat pertumbuhan industri yang sangat rendah.

Tumbuh Dibawah Rata-Rata

Sebagai perbadingan di depan maa adalah pertumbuhan ekonomi yang tinggi selama ini di Vietnam dan India.  Mengapa India dan Vietnam berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi tinggi? Jawabnya hanya satu, yakni karena berhasil mendorong industri sebagai lokomotif pertumbuhannya.

Sektor industri di India tumbuh dua digit sehingga menarik ekonomi bertumbuh sampai 7 persen.  Sebaliknya dua dekade terakhir ini, sektor industri Indonesia hanya tumbuh di bawah 5 persen, sehingga mustahil bisa menarik pertumbuhan ekonomi sampai di atas 6 persen.

Mengapa Indonesia selama dua dekade ini gagal mendorong pertumbuhan ekonomi tinggi? Jawabnya sama, yakni karena gagal menempatkan sektor industri sebagai lokomotif pertumbuhan dan sekaligus karena Kementerian Perindustrian mandeg dan mandul dalam menjalankan kebijakan industrinya. Faktor kritis dalam pertumbuhan ekonomi di masa pemerintahan Prabowo nanti terletak di kementerian ini.

Ekonomi Indonesia mengalami stagnasi pertumbuhan 5 persen atau di bawahnya karena bertumpu pada konsumsi dan sektor jasa, yang bercampur dengan sektor informal.  Dengan sektor jasa yang tidak modern dan hanya mengandalkan konsumsi rumah tangga, maka ekonomi kehilangan lokomotifnya, yang pada gilirannya ekonomi bertumbuh rendah atau moderat saja.

Janji kampanye Prabowo pertumbuhan ekonomi akan dipacu sampai 8 persen, suatu target yang hampir mustahil dengan kebijakan pada saat ini dan kementerian yang tidak berbuat banyak untuk mengubah keadaan. Jika ingin berbeda dari pemerintahan sebelumnya, maka kunci sukses terletak pada sukses atau tidaknya membenahi kementerian industri dan kebijakan industrinya. Tanpa itu, Indonesia akan menjadi ‘underdog’ di ASEAN.

Jakarta, Juni 2024

Oleh : Prof. Didik J Rachbini, Guru Besar Ilmu Ekonomi dan Peneliti Indef.

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Industri Elektronik
HEADLINE NEWS

Triwulan III-2026, Industri Manufaktur Tumbuh 5,88 Persen

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,88 persen secara tahunan (year-on-year/yoy)...

Pameran SIAL
HEADLINE NEWS

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Bisnis Dan Akses Pasar Global Bagi Industri F&B

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 resmi dibuka hari...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

Potensi Arus Keluar Dana Asing hingga USD 11 Miliar Membayangi Pasar Saham

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai tekanan terhadap pasar...

Kabareskrim
HEADLINE NEWS

Bareskrim Ungkap Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden hingga Tokoh Politik

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengungkap dugaan praktik penyadapan telepon...