www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 27 Juni 2026
Home EKONOMI Energi Inovasi PEP Sukowati Field Hasilkan Efisiensi Biaya Hingga Rp32 Miliar
Energi

Inovasi PEP Sukowati Field Hasilkan Efisiensi Biaya Hingga Rp32 Miliar

Social Media

TUBAN, Bisnistoday – Pertamina EP Sukowati Field melahirkan inovasi untuk mengatasi resiko operasi hulu migas akibat unplanned shutdown (resiko terhentinya sebagian atau seluruh operasi secara tidak terencana) power plant CPA dengan inovasi TerSADown (Filter Scrubber Anti Down) yang selama tahun 2024 telah menghasilkan efisiensi biaya Rp 32,07 miliar.

Tidak hanya itu, inovasi tersebut juga mendukung program pengurangan emisi dengan hasil absolut penurunan emisi pada tahun 2024 sebesar 328.708,44 Ton CO2 eq dan efisiensi energi sebesar 373.595,8 Giga Joule.

Central Processing Area (CPA) merupakan pusat pengolahan migas PEP Sukowati Field, yaitu berupa proses pemisahan minyak, air dan gas yang dihasilkan oleh sumur produksi lapangan Sukowati.

PEP Sukowati Field merupakan bagian dari Zona 11 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina yang pada Semester I/2024 menghasilkan produksi minyak 819.552 Bbls dan gas 1.242,88 MMSCF.

General Manager Zona 11 Indonesia Timur, Zulfikar Akbar menyampaikan, dalam mendukung ketersediaan energi nasional dan target produksi migas nasional sebesar 1 juta barel dan produksi gas bumi sebesar 12 Billion Cubic Feet (BCF) pada tahun 2030, Pertamina EP menjalankan aktivitas dengan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG). Salah satunya adalah mendukung agenda internasional net zero emission di tahun 2060.

“Saya sangat bangga lapangan-lapangan di wilayah kami bersama melaksanakan inovasi yang tidak hanya mengatasi masalah operasi dan menghasilkan efisiensi, namun juga menghasilkan kinerja lingkungan yang baik,” ujar dia dalam kunjungan Lapangan Media SKK Migas-KKKS di Tuban, Kamis (15/08).

Atasi Masalah

Sementara itu Field Manager Sukowati, Arif Rahman Hakim menjelaskan bahwa inovasi ini hadir untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi di operasi Sukowati.

“Sebelum ada inovasi, jika dikalkulasikan selama satu tahun, rata-rata terjadi LPO (Loss Production Opportunity) sebesar 2.100 BOPD setara sebesar Rp1,6 miliar pada PEP Sukowati dan hilangnya produksi PHE TEJ sebesar 1.065,86 BOPD,” ujar Arif.

Baca juga:Pertamina EP Zona 7 Optimalkan Potensi Sumur Eksisting

Menurut dia, risiko utama operasi power plant adalah trouble pada FGCV (Fuel Gas Control Valve) turbin gas yang tersumbat kotoran (sulfur dan kondensat). Hal ini menjadi indikasi bahwa filter yang terpasang di upstream fuel system tidak bekerja secara efektif. Berdasarkan permasalahan tersebut didapatkan peluang untuk meningkatkan kinerja sistem bahan bakar gas dengan menciptakan inovasi alat TerSADown.

Inovasi ini beberapa kali telah menghasilkan penghargaan baik di skala nasional maupun internasional yakni Subroto Award kategori inovasi khusus bidang managemen energi pada tahun 2022 dan ASEAN Energy Award kategori special submission – large industy tahun 2023. Inovasi TerSADown telah mendapatkan Hak Paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) pada tanggal 14 Juni 2022 dengan nomer paten IDS000004727./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Diskusi INDEF
EKONOMIEnergi

Pemerintah Diminta Fokus Tata Kelola Hilirisasi Mineral Kritis

JAKARTA, Bisnistoday – Hilirisasi mineral kritis dinilai belum memberikan dampak signifikan positif...

Petronas
EKONOMIEnergi

PC Ketapang II Ltd. Gelar First Steel Cutting Ceremony Proyek Pengembangan Lapangan Bukit Panjang

BINTAN, Bisnistoday – PC Ketapang II Ltd. (PCK2L), anak perusahaan Searah Limited,...

SPBU
Energi

Sulit Ditahan, Harga Pertamax Ron 92 Naik Menjadi Rp16.250 per Liter

JAKARTA, Bisnistoday – Masyarakat kembali terkaget-kaget tiba-tiba harga Pertamax Ron 92 mengalami...

Pipa Gas
Energi

Pipa Gas Milik Pertamina EP di Desa Buni Bakti Babelan Mengalami Kebocoran

BEKASI, Bisnistoday – PT Pertamina Gas (Pertagas) menyatakan telah terjadi kebocoran pada...