JAKARTA, Bisnistoday– PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) membantu masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, dalam memiliki rumah dan kendaraan. Dukungan Danamon ini, diwujudkan dalam episode terbaru dari Danamon Financial Friday (DFF). Hal tersebut penting, sebagai dukungan kelas menengah yang sedang menghadapi tekanan daya beli.
Hosianna Evalita Situmorang, Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk, menilai kebijakan penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia sebagai langkah positif untuk meningkatkan daya beli masyarakat. “Penurunan suku bunga ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan kredit, yang pada gilirannya akan mendukung konsumsi dan investasi,” ujar Hosianna.
Kebijakan-kebijakan ini sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi yang optimistis, yakni hingga 8% pada 2029, dengan fokus pada kebijakan yang mendukung investasi, penciptaan lapangan kerja, serta berbagai kebijakan untuk mempermudah masyarakat dalam memiliki rumah dan kendaraan.
Momen penurunan suku bunga Bank Indonesia, lanjut Hosianna,sangat tepat untuk dimanfaatkan, terutama untuk konsumsi yang produktif, seperti pembelian kendaraan atau pengambilan cicilan rumah.
“Insentif yang ditawarkan pemerintah juga sangat relevan, tidak hanya untuk mendukung daya beli masyarakat, tetapi juga untuk mendorong sektor-sektor padat karya, yang diharapkan dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja dan, pada gilirannya, semakin meningkatkan daya beli masyarakat secara luas.”
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa kelas menengah rentan secara finansial, dengan persentase yang menurun dari 21,45% pada 2019 menjadi hanya 17,13% pada 2024. Sejalan dengan perkembangan tersebut, terdapat tren penurunan rata-rata saldo tabungan dalam beberapa tahun terakhir, dari rata-rata tabungan sebesar Rp3 juta sebelum pandemi pada 2019 menjadi hanya Rp1,8 juta per April 2024.
Lebih jauh, Survei BI tahun 2019 dan 2024, menunjukkan perbandingan proporsi pengeluaran terhadap pendapatan mengalami peningkatan dari 68% menjadi 74%, proporsi simpanan terhadap pendapatan mengalami penurunan dari 20% menjadi 17%, dan proporsi pembayaran cicilan terhadap pendapatan mengalami penurunan dari 12% menjadi 9%./









































