www.bisnistoday.co.id
Selasa , 21 April 2026
Home EKONOMI UMKM Diminta Untuk Perluas Pasar ke Asean
EKONOMI

UMKM Diminta Untuk Perluas Pasar ke Asean

Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion/FGD) yang mengusung tema ‘Integrasi E-Commerce oleh UMKM’ di Kota Bekasi, Senin (31/5).
Social Media

BEKASI, Bisnistoday – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diminta untuk mengambil manfaat perdagangan melalui sistem elektronik dan memperluas pangsa pasar ke Asean. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui penyelenggaraan Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion/FGD) yang mengusung tema ‘Integrasi E-Commerce oleh UMKM’ di Kota Bekasi, Senin (31/5). 

“Kerja sama perdagangan niaga-el di tingkat ASEAN melalui ASEAN Agreement on E-Commerce harus dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh Indonesia. Indonesia harus dapat mengambil manfaat semaksimal mungkin dari perjanjian ini. Sehingga, tidak hanya menjadi pasar bagi produk negara lain,” jelas Direktur Perundingan ASEAN Kemendag Antonius Yudi Triantoro dalam komentarnya, di Jakarta, kemarin. 

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah menyebarluaskan hasil perundingan ASEAN Agreement on E-Commerce yang merupakan komitmen negara anggota ASEAN untuk memfasilitasi transaksi perdagangan intra-ASEAN melalui niaga elektronik/niaga-el (e-Commerce). FGD ini merupakan kerja sama antara Kemendag, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, PT Rumah Produk Indonesia, dan Shopee Indonesia. 

Baca juga : Pelaku UMKM Tetap Optimistis Pemerintah Mampu Tangani Dampak Covid-19

Yudi lebih lanjut mengatakan, Indonesia memiliki peluang yang besar dalam memanfaatkan bidang niaga-el. Hal itu mengingat Indonesia merupakan negara dengan sistem niaga-el yang relatif paling maju dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. 

Menurut hasil penelitian Google, Temasek, Bain & Company, pada tahun 2020, nilai transaksi niaga-el Indonesia tertinggi di Asia Tenggara, yakni mencapai USD 32 miliar. 

Sebagai wujud nyata pemanfaatan niaga-el, Kemendag juga mendorong keikutsertaan para pelaku UMKM dan platform niaga-el nasional untuk berpartisipasi dalam ASEAN Online Sale Day, yang merupakan kegiatan rutin bertepatan dengan peringatan hari lahir ASEAN. “Kami mendorong UMKM Indonesia untuk memasarkan produknya ke kawasan ASEAN yang berpenduduk lebih dari 650 juta jiwa atau 8,5 persen dari total penduduk dunia,” imbuh Yudi. 

Digitalisasi UMKM

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi Tedi Hafni Tresnadi mengatakan, terdapat indikasi pengguna niaga-el mengalami peningkatan jumlah secara signifikan. Hal itu dapat dilihat dari penurunan angka penjualan oleh para pedagang luring. Namun, masih terdapat tantangan untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru, diantaranya pembiayaan, bahan baku yang harganya relatif kurang terjangkau, penguasaan teknologi, dan pengurusan perizinan. 

Baca juga : Ketua DPD RI: Percepat Realisasi KUR untuk Gairahkan UMKM

“Kami mendorong para pelaku usaha di Kota Bekasi agar melakukan inovasi untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru melalui peningkatan kualitas produk, efisiensi biaya produksi, peningkatan variasi produk, peningkatan kapasitas, serta aktif mengikuti bazar dan pasar murah,” tegas Tedi. 

Sedangkan, Head of Public Policy and Government Relations Shopee Indonesia Radityo Triatmojo menyampaikan, Shopee sangat mendukung dan menyambut baik upaya Kemendag mendukung pelaku UMKM di Indonesia meningkatkan pangsa pasar khususnya di kawasan Asia Tenggara. Shopee menyampaikan kesiapannya untuk mendukung penuh para pelaku UMKM agar dapat berpartisipasi dalam transaksi melalui niaga-el di kawasan ASEAN, termasuk melalui Program Ekspor Shopee. 

Motivasi Pengusaha

Direktur Utama PT Rumah Produk Indonesia, Nursyamsu Mahyuddin, memotivasi para pelaku usaha untuk melakukan ekspor, yang prosesnya cukup mudah mengingat pelaku usaha hanya perlu menyiapkan produk dan mencari pembeli. Pengiriman barang ke luar negeri melalui jasa kurir tidak mengharuskan pelaku usaha untuk memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

Nursyamsu mennuturkan tiga tips untuk melakukan ekspor, yaitu tetapkan produk andalan, manfaatkan niaga-el, serta manfaatkan dukungan yang ada, baik dari pemerintah, asosiasi usaha, komunitas, dan perwakilan Indonesia di luar negeri. 

Acara yang diselenggarakan secara hybrid ini dihadiri para pelaku UMKM Kota Bekasi yang menghasilkan berbagai jenis produk dan mendapatkan sambutan positif, khususnya dalam upaya mentransformasi perdagangan secara digital bagi para pelaku UMKM di Indonesia dalam menembus pasar ASEAN. /

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Beritasatu Network

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Related Articles

Polusi Udara (Ilustrasi/unsplash/ella iunescu)
EKONOMIEnergi

Pembangkit Listrik Tenaga Kayu Berdampak Lebih Buruk bagi Iklim

JAKARTA, Bisnistoday – Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa pembakaran kayu untuk pembangkit...

PTPN III Dorong Ketahanan pangan dan Energi. (dok PTPN)
EKONOMIEnergi

PTPN III Berkomitmen Dorong Ketahanan Pangan dan Energi

JAKARTA, Bisnistoday – PT Perkebunan Nusantara III (Persero) terus memperkuat perannya dalam...

Harry K. Nugraha, Country Manager Intel Indonesia
EKONOMI

Prosesor Intel Core Ultra Series 3 Hadir Dengan Performa AI PC Generasi Baru

JAKARTA, Bisnistoday — Intel mengumumkan ketersediaan laptop yang ditenagai oleh prosesor Intel...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop dan Green X Buat MoU Terkait Pembangunan PLTS Untuk KDKMP di Wilayah 3T

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menjalin kerja sama dengan PT Energy...