www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 26 September 2026
Home BURSA & KORPORASI IHSG dan Rupiah Kembali Melemah, Pasar Khawatir Dampak Kebijakan The Fed
BURSA & KORPORASI

IHSG dan Rupiah Kembali Melemah, Pasar Khawatir Dampak Kebijakan The Fed

IHSG melemah
IHSG pada perdagangan Senin (04/03) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin (21/6) kembali ditutup melemah. Pelaku pasar khawatir terhadap dampak perubahan sikap bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed), pada pekan lalu.

IHSG ditutup melemah 10,87 poin atau 0,18 persen ke posisi 5.996,25. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 4,22 poin atau 0,49 persen ke posisi 858,94.

“Investor mempertimbangkan implikasi dari perubahan sikap The Fed yang lebih tegas (hawkish) minggu lalu,” tulis Tim Riset Phillip Sekuritas dalam kajiannya seperti dikutif Antara di Jakarta, Senin (21/6).

Investor menantikan keterangan Gubernur The Fed Jerome Powell dalam rapat dengar pendapat di DPR AS besok. Powell diyakini akan memaparkan perkembangan terkini dari fasilitas pinjaman darurat atau emergency lending COVID-19 dan program pembelian asset (quantitative easing).

Investor juga akan memantau pidato Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde di depan parlemen Uni Eropa nanti malam dan hasil pertemuan kebijakan bank sentral Inggris Bank of England pada Kamis (24/6).

Dibuka melemah, sempat anjlok di awal-awal perdagangan namun perlahan tekanan terhadap IHSG mulai berkurang dan sempat menyentuh zona hijau pada sesi kedua namun kembali melemah jelang penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor terkoreksi dengan sektor perindustrian turun paling dalam yaitu minus 1,61 persen, diikuti sektor properti & real estat dan sektor energi masing-masing minus 1,55 persen dan minus 1,14 persen.

Sedangkan tiga sektor meningkat dengan sektor kesehatan naik paling tinggi yaitu 8,9 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor barang konsumen primer masing-masing 1,15 persen dan 0,61 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp2,1 triliun.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.217.470 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,49 miliar lembar saham senilai Rp13,62 triliun. Sebanyak 177 saham naik, 345 saham menurun, dan 117 tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 953,15 poin atau 3,29 persen ke 28.010,93, Indeks Hang Seng turun 312,27 poin atau 1,08 persen ke 28.489, dan Indeks Straits Times terkoreksi 26,86 poin atau 0,85 persen ke 3.117,3.

Rupiah Melemah

Sementara itu, kurs rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah 53 poin atau 0,37 persen ke posisi Rp14.428 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.375 per dolar AS.

“Sentimen dari luar masih soal The Fed yang mendorong pasar mengantisipasi dengan masuk ke aset dolar AS sehingga dolar menguat,” kata pengamat pasar uang, Ariston Tjendra.

Dalam pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pekan lalu, The Fed menyatakan suku bunga akan naik dua kali pada 2023, yang kemudian memunculkan kekhawatiran tapering akan datang lebih cepat.

Presiden Federal Reserve Bank St. Louis James Bullard mengatakan bahwa bank sentral AS telah memulai diskusi mengenai pengurangan (tapering) dari program pembelian obligasi selama masa pandemi. Fokus investor akan tertuju pada pidato dan testimoni dari beberapa Gubernur The Fed pada pekan ini.

“Dari dalam negeri, kenaikan kasus COVID-19 di atas angka 10 ribu sejak 17 Juni, juga mengundang kekhawatiran pasar terhadap pemulihan ekonomi Indonesia sehingga ini turut menekan rupiah,” ujar Ariston.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.390 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.390 per dolar AS hingga Rp14.435 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin melemah ke posisi Rp14.453 dibandingkan posisi pada hari sebelumnya Rp14.403 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Life Hadirkan Apresiasi dan Layanan Kepada Nasabah

JAKARTA, Bisnistoday - Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Asuransi BRI Life kembali...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Raih Dua Penghargaan dari The Infobank Insurance Award 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) meraih dua penghargaan...

BURSA & KORPORASIKorporasi

Asuransi BRI Life Raih Enam Penghargaan TADEA 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life meraih enam penghargaan dalam ajang...

PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025, serta melanjutkan pertumbuhan bisnis pada Semester I 2026. (dok: Ciputra Life)
BURSA & KORPORASI

Pertumbuhan Bisnis Ciputra Life Berlanjut di Semester I 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif...