JAKARTA, Bisnistoday – Kemenperin gandeng Pemkab Berau mulai kembangkan Sentra IKM Tenun Sambaliung yang berlokasi di Sukun Tengah, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Pengembangan Sentra Sambaliun merupakn upaya dalam memaksimalkan potensi industri tenun lokal wastra atau kain tradisional Indonesia seperti batik dan tenun yang menggunakan skema pendanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang IKM tahun 2022 dan 2024.
“Pengembangan sentra bertujuan untuk mendukung pelaku IKM melalui berbagai layanan seperti fasilitasi produksi dengan mesin dan peralatan terbaru, standardisasi produk, hingga bantuan promosi dan pemasaran,” terang Reni. Pengembangan sentra ini sebagai upaya pengembangan ekosistem sentra IKM Tenun Sambaliung di Kabupaten Berau.
Sentra Sambaliung membina sebanyak 22 IKM tenun yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Berau. “Salah satu upaya yang kami lakukan bersama pemerintah daerah dalam mengembangkan industri wastra nasional adalah dengan melakukan pengembangan sentra IKM wastra di pelosok tanah air agar semakin berdaya saing,” kata Dirjen IKMA di Jakarta, Minggu (25/5).
Dirjen IKMA mengungkapkan, pengembangan sentra tidak terlepas dari potensi industri wastra yang dapat menjadi salah satu sektor industri yang menerapkan prinsip industri ramah lingkungan melalui konsep slow fashion dalam proses bisnisnya.
“Saat ini sedang berkembang gerakan sustainable fashion atau fesyen berkelanjutan di tengah gencarnya tren fast fashion. Industri wastra nusantara hadir bukan hanya sebagai produk budaya, melainkan juga sebagai solusi yang proses pembuatannya sarat akan nilai kearifan lokal, penggunaan bahan alami, serta filosofi yang terkandung di dalamnya menjadikan wastra sangat sejalan dengan konsep slow fashion,” jelas Reni.//



