www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 2 Mei 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Kemenkop dan BPS Sinkronisasi Data Desa, Percepat Pengentasan Kemiskinan Melalui Kopdes Merah Putih
Ekonomi & Bisnis

Kemenkop dan BPS Sinkronisasi Data Desa, Percepat Pengentasan Kemiskinan Melalui Kopdes Merah Putih

Social Media

Jakarta, Bisnistoday – Kementerian Koperasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) siap bekerja sama untuk mempercepat pengentasan kemiskinan di desa melalui program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.

Langkah awal yang akan ditempuh adalah sinkronisasi data desa dan potensi desa agar koperasi Kopdes/Kel Merah Putih bisa lebih tepat sasaran dalam mengembangkan usaha dan pemberdayaan masyarakat.

Kerja sama ini menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Instruksi Presiden (Inpres) No. 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi menegaskan pentingnya data sebagai fondasi kebijakan pengentasan kemiskinan. Melalui data yang akurat Kopdes/Kel Merah Putih dapat menyasar langsung kantong-kantong kemiskinan.

“Kopdes/Kel Merah Putih ini bisa berdampak sosial secara nyata seperti pengurangan kemiskinan, memutus rantai distribusi yang panjang dan lainnya,” kata Menkop Budi Arie saat menerima audiensi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dan Wakil Kepala BPS Sonny Harry Harmadi, Rabu (6/8).

Setelah pertemuan akan dilakukan sinkronisasi data desa secara nasional. Data tersebut menjadi panduan bagi Kopdes/Kel Merah Putih dalam merumuskan bisnis yang akan dijalankan.

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono juga menekankan pentingnya data desa dari BPS. Kopdes/Kel Merah Putih membutuhkan data untuk memetakan potensi – potensi yang dapat dikembangkan oleh koperasi termasuk penyaluran komoditas yang disubsidi pemerintah agar lebih tepat sasaran.

“Kami butuh dukungan BPS, misalnya untuk menyalurkan pupuk subsidi, kami perlu tahu berapa luas lahan pertanian dan jumlah petaninya. Dengan data yang akurat, distribusi bisa lebih tepat,” ujar Ferry.

Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan pihaknya memiliki beragam data – data penting terkait profil desa secara nasional termasuk gambaran profil kemiskinan di desa. Berdasarkan data BPS, Per Maret 2025 angka kemiskinan secara nasional sebesar 23,85 juta atau turun dari periode September 2024 yang mencapai 24,06 juta jiwa.

Dari jumlah itu, kemiskinan ekstrem secara nasional mencapai 2,38 juta jiwa atau turun 0,40 juta jiwa terhadap September 2024.

“Kami melihat Kopdes/Kel Merah Putih ini punya potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Dengan data koperasi yang mengalir, kita nantinya bisa merekam seberapa jauh kontribusi Kopdes/Kel Merah Putih terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Amalia.

Mendukung akurasi data hingga ke level desa, BPS telah mengembangkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menggabungkan data sosial dan ekonomi dari berbagai sumber. DTSEN ini juga dapat menjadi rujukan arah kebijakan pengentasan kemiskinan ekstrem.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Dirjen Intram
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Biaya Logistik Masih Tinggi, Kemenhub Genjot Multimoda dan Digitalisasi

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda...

Dirut Jasa Marga
Ekonomi & Bisnis

Pendapatan Usaha Tumbuh 10,4%, Jasa Marga Bukukan Laba Bersih Rp774,7 Miliar di Kuartal I Tahun 2026

JAKARTA, Bisnistoday -  PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“Perseroan”) mengawali tahun 2026...

Direktur Kemitraan dan Plasma PT Agrinas Palma Nusantara, Seger Budiharjo
Ekonomi & Bisnis

Percepat Realisasi PSR, RSI Usul Pemberdayaan Petani Sawit

JAKARTA - Ketua Umum Rumah Sawit Indonesia (RSI) Kacuk Sumarto mengusulkan sejumlah...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pemerintah Siapkan Regulasi Respon Tingginya Biaya Platform Belanja Online

JAKARTA, Bisnis today — Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyoroti tingginya beban biaya...