www.bisnistoday.co.id
Selasa , 11 Agustus 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Kemenkop dan BPS Sinkronisasi Data Desa, Percepat Pengentasan Kemiskinan Melalui Kopdes Merah Putih
Ekonomi & Bisnis

Kemenkop dan BPS Sinkronisasi Data Desa, Percepat Pengentasan Kemiskinan Melalui Kopdes Merah Putih

Social Media

Jakarta, Bisnistoday – Kementerian Koperasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) siap bekerja sama untuk mempercepat pengentasan kemiskinan di desa melalui program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.

Langkah awal yang akan ditempuh adalah sinkronisasi data desa dan potensi desa agar koperasi Kopdes/Kel Merah Putih bisa lebih tepat sasaran dalam mengembangkan usaha dan pemberdayaan masyarakat.

Kerja sama ini menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Instruksi Presiden (Inpres) No. 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi menegaskan pentingnya data sebagai fondasi kebijakan pengentasan kemiskinan. Melalui data yang akurat Kopdes/Kel Merah Putih dapat menyasar langsung kantong-kantong kemiskinan.

“Kopdes/Kel Merah Putih ini bisa berdampak sosial secara nyata seperti pengurangan kemiskinan, memutus rantai distribusi yang panjang dan lainnya,” kata Menkop Budi Arie saat menerima audiensi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dan Wakil Kepala BPS Sonny Harry Harmadi, Rabu (6/8).

Setelah pertemuan akan dilakukan sinkronisasi data desa secara nasional. Data tersebut menjadi panduan bagi Kopdes/Kel Merah Putih dalam merumuskan bisnis yang akan dijalankan.

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono juga menekankan pentingnya data desa dari BPS. Kopdes/Kel Merah Putih membutuhkan data untuk memetakan potensi – potensi yang dapat dikembangkan oleh koperasi termasuk penyaluran komoditas yang disubsidi pemerintah agar lebih tepat sasaran.

“Kami butuh dukungan BPS, misalnya untuk menyalurkan pupuk subsidi, kami perlu tahu berapa luas lahan pertanian dan jumlah petaninya. Dengan data yang akurat, distribusi bisa lebih tepat,” ujar Ferry.

Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan pihaknya memiliki beragam data – data penting terkait profil desa secara nasional termasuk gambaran profil kemiskinan di desa. Berdasarkan data BPS, Per Maret 2025 angka kemiskinan secara nasional sebesar 23,85 juta atau turun dari periode September 2024 yang mencapai 24,06 juta jiwa.

Dari jumlah itu, kemiskinan ekstrem secara nasional mencapai 2,38 juta jiwa atau turun 0,40 juta jiwa terhadap September 2024.

“Kami melihat Kopdes/Kel Merah Putih ini punya potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Dengan data koperasi yang mengalir, kita nantinya bisa merekam seberapa jauh kontribusi Kopdes/Kel Merah Putih terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Amalia.

Mendukung akurasi data hingga ke level desa, BPS telah mengembangkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menggabungkan data sosial dan ekonomi dari berbagai sumber. DTSEN ini juga dapat menjadi rujukan arah kebijakan pengentasan kemiskinan ekstrem.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menteri UMKM Tegaskan Ojol Tidak Dikenai Pajak

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman...

IKM Logam
Ekonomi & Bisnis

Kemenperin Fasilitasi Kerja Sama IKM Logam Dengan Industri Besar

JAKARTA, Bisnistoday - Industri logam memiliki posisi strategis dalam struktur manufaktur nasional...

Transnusa
Ekonomi & Bisnis

Transnusa Resmikan Penerbangan Perdana Jakarta–Bangkok

JAKARTA, Bisnistoday - PT Transnusa Aviation Mandiri (Transnusa) resmi mengoperasikan penerbangan perdana...

Kerja Sama Arab
Ekonomi & Bisnis

Perkuat Penetrasi Ekspor, Kemendag Jajaki Pasar di Arab Saudi

RIYADH, Bisnistoday – Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan RI Riyadh menggencarkan promosi...