SENTUL, Bisnistoday – Udara sejuk sisa hujan masih terasa menyelimuti kawasan Sentul, Jawa Barat, ketika enam sahabat, Harto, Huda, Sandi, Aditya, Adiyanto, dan Dinni, berkumpul di area parkiran pada Selasa pagi, 28 April 2026 tepatnya pukul 07.20 WIB. Aroma tanah basah berpadu dengan semilir angin pegunungan menciptakan suasana yang sempurna untuk memulai petualangan trekking menuju Curug Cibingbim.
Perjalanan dimulai dengan pengalaman yang tak biasa. Rombongan menaiki mobil bak terbuka yang mengantar mereka menuju titik awal trekking. Sepanjang perjalanan singkat itu, tawa dan canda mengisi suasana, seolah menjadi pemantik semangat sebelum menghadapi rute yang menantang.
Setibanya di lokasi awal, mereka tak langsung berjalan. Sebagai pemanasan, seluruh peserta melakukan senam ringan untuk mengendurkan otot-otot tubuh, langkah kecil yang terbukti penting untuk menghadapi jalur panjang di depan.
Langkah demi langkah dimulai dengan santai. Mereka menyusuri pematang sawah yang hijau, menyeberangi aliran kali kecil yang jernih, hingga melintasi jembatan desa yang sederhana namun penuh pesona. Perjalanan dua jam pertama terasa menyenangkan, dengan ritme santai dan sesekali berhenti untuk menikmati pemandangan alam yang asri.
Namun, tantangan sesungguhnya datang saat jalur mulai menanjak. Medan yang sebelumnya landai berubah menjadi tanjakan yang menguras tenaga. Harto dan Adiyanto tampak mulai kewalahan mengatur napas. Beberapa kali mereka meminta berhenti untuk memulihkan stamina. Rombongan pun sepakat menjaga kebersamaan, melambatkan langkah demi memastikan semua tetap bisa melanjutkan perjalanan.
Puncak ujian fisik terjadi saat mereka menghadapi tanjakan sepanjang kurang lebih 500 meter tanpa jeda. Jalur ini menjadi bagian paling berat dalam perjalanan trekking mereka di Sentul. Napas tersengal, kaki terasa berat, dan energi terkuras habis. “Ini benar-benar menguji batas,” ujar salah satu peserta sambil mencoba mengatur napas. Bahkan, kondisi “teler” atau kelelahan ekstrem sempat dirasakan sebagian besar anggota rombongan, untuk sekadar menarik napas pun terasa sulit.
Di tengah kelelahan itu, secercah harapan muncul. Sebuah warung kecil di pinggir jalur menawarkan teh hangat dan gorengan. Tanpa ragu, rombongan berhenti sejenak. Tegukan teh hangat terasa begitu nikmat, seolah mengembalikan energi yang hilang. Canda tawa kembali pecah, menggantikan keluh kesah yang sebelumnya mendominasi.
Dengan semangat yang kembali terisi, perjalanan pun dilanjutkan. Tak lama kemudian, suara gemericik air yang semakin jelas menjadi pertanda bahwa tujuan sudah dekat. Hingga akhirnya, mereka tiba di Curug Cibingbim, air terjun yang menjulang tinggi dengan aliran air yang jernih dan menyegarkan. Rasa lelah seketika terbayar lunas oleh keindahan alam yang tersaji di depan mata.
Kegiatan trekking ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga bagian dari perayaan menyambut Hari Ulang Tahun ke-6 Bisnistoday.co.id. Lebih dari itu, perjalanan ini menjadi simbol kebersamaan, ketangguhan, dan semangat untuk terus melangkah meski menghadapi rintangan berat.
Curug Cibingbim pun menjadi saksi bisu dari perjuangan enam sahabat yang menaklukkan batas diri mereka, sebuah pengalaman yang tak hanya melelahkan, tetapi juga menguatkan.//



