www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Prinsip-Prinsip Negara Indonesia: Syarah Konstitusi Dalam Pandangan Ali Masykur Musa
Humaniora

Prinsip-Prinsip Negara Indonesia: Syarah Konstitusi Dalam Pandangan Ali Masykur Musa

Peluncuran Buku
Prof. KH Ali Masykur Musa./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday  – Hujan deras yang mengguyur kawasan Condet, Jakarta Timur, Jumat (13/9), tak menyurutkan langkah para tamu undangan menuju kediaman Prof. KH Ali Masykur Musa. Dalam suasana hangat di sebuah joglo limasan, dua momen penting berpadu: perayaan ulang tahun ke-63 sang Kiai sekaligus peluncuran buku terbarunya berjudul Prinsip-prinsip Negara Indonesia: Syarah Konstitusi.

Buku ke-19 dalam perjalanan intelektual Kiai Ali ini lahir dari perenungan panjang sejak masa pengabdiannya di DPR RI lebih dari satu dekade lalu. Kini, menjabat sebagai Komisaris Independen PT PLN (Persero), ia kembali menegaskan relevansi relasi antara agama, negara, dan Pancasila.

“Negara ini tidak boleh rapuh. Ia harus dibangun di atas kalimatus sawa, titik temu yang mempertemukan berbagai pandangan, agama, suku, dan etnik dalam bingkai besar Indonesia. Kalau tidak ada fondasi kuat, maka bangunan negara ini bisa rapuh,” ujar Kiai Ali penuh keyakinan.

Ia menekankan bahwa Indonesia tidak perlu disebut sebagai negara Islam, karena nilai-nilai Islam sesungguhnya sudah hidup dalam prinsip-prinsip bernegara Indonesia.
“Maka dengan demikian, saya ingin katakan dengan buku ini, dari kajian teologis, syariat Islam, dan historis, bahwa Indonesia adalah negara yang tidak berbenturan sedikit pun dengan Islam,” tuturnya.

Buku tersebut disusun dengan empat fondasi utama: musyawarah sebagai dasar bernegara; Pancasila sebagai norma fundamental; Pancasila sebagai wujud nilai-nilai Islam di Indonesia; serta gagasan Indonesia sebagai “Madinah kedua”, tempat keberagaman hidup berdampingan secara damai.

“Generasi boleh berubah, zaman boleh berganti. Tapi prinsip bernegara harus tetap kokoh di bawah Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. Itulah misi suci saya melalui buku ini,” tegasnya.

Peluncuran buku sekaligus perayaan ulang tahun ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang Kiai Ali sebagai intelektual, politisi, sekaligus ulama yang konsisten menyuarakan harmoni antara agama dan negara./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Lawang Sewu
Humaniora

Mengenal Warisan Perkeretaapian Melalui Petilasan Lawang Sewu dan Museum Ambarawa

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Melalui Rail Heritage Forum 2026 di Lawang Sewu, KAI...

Tes TKA
Humaniora

Gelombang Pertama TKA SMA/SMK 2026 Tuntas, Diikuti Lebih dari 1,6 Juta Murid

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menuntaskan pelaksanaan...

Mendikdasmen
Humaniora

Puncak Bulan Bahasa 2026, Kemendikdasmen Luncurkan 16 Produk Bahasa-Sastra dan 2 Program Wiyata Kinarya

JAKARTA, Bisnistoday.co.id— Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan...

Wamendikdasmen
Humaniora

Momentum Sumpah Pemuda, Wamendikdasmen Fajar Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Pendidikan karakter perlu dibangun sejak dini melalui keterlibatan keluarga,...