JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Jumat (12/9), naik 1,37% ke level 7.854,06 setelah bergerak di rentang 7.790,79–7.854,81. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya minat beli investor, meskipun sinyal teknikal menunjukkan kondisi jenuh beli.
Tasrul Tanar, analis saham PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menilai tren pergerakan IHSG masih terbatas. “IHSG saat ini bergerak limited upside dengan target di 8.144 atau sekitar 3,69%. Namun, sinyal overbought semakin menguat sehingga diperlukan konfirmasi lanjutan sebelum indeks melanjutkan reli,” jelas Tasrul
Dari sisi teknikal, volume transaksi harian mencapai 311,5 juta, lebih tinggi dibanding rata-rata 296,5 juta, menandakan peningkatan partisipasi beli. Indikator MACD juga memberikan sinyal awal positif, meski tetap perlu validasi tambahan. Sementara itu, indikator momentum menunjukkan kondisi jenuh beli dengan MFI di 92,39 dan RSI di 91,72.
Level harga menempatkan Resistance 1 di 7.885 dan Resistance 2 di 7.936, sedangkan Support 1 di 7.773 dan Support 2 di 7.712 yang juga menjadi batas cut loss. “Strategi optimal saat ini adalah memanfaatkan kenaikan ke area resistance untuk take profit, sambil disiplin menjaga cut loss di level 7.712,” tambah Tasrul
Sementara itu, analis senior PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menilai penguatan IHSG didorong oleh mulai meredanya aksi jual investor asing. “Dalam beberapa perdagangan terakhir, tren penguatan IHSG masih berlanjut. Meskipun investor asing masih mencatatkan net sell untuk ke-12 kalinya berturut-turut sejak 27 Agustus, kali ini jumlahnya kecil, yakni Rp31,6 miliar,” kata Rully
Menurutnya, investor asing masih aktif melakukan pembelian pada saham big cap, seperti BBRI senilai Rp300 miliar dan BBCA sebesar Rp117 miliar, sementara BMRI masih mengalami foreign sell Rp129 miliar. “Aksi beli asing di saham perbankan besar menjadi salah satu faktor yang menopang penguatan IHSG,” pungkas Rully
Dengan tren ini, pasar saham domestik diperkirakan masih akan bergerak dinamis, dengan peluang penguatan terbuka namun diiringi risiko koreksi teknikal dalam jangka pendek./




