www.bisnistoday.co.id
Wednesday , 24 June 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Prinsip-Prinsip Negara Indonesia: Syarah Konstitusi Dalam Pandangan Ali Masykur Musa
Humaniora

Prinsip-Prinsip Negara Indonesia: Syarah Konstitusi Dalam Pandangan Ali Masykur Musa

Peluncuran Buku
Prof. KH Ali Masykur Musa./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday  – Hujan deras yang mengguyur kawasan Condet, Jakarta Timur, Jumat (13/9), tak menyurutkan langkah para tamu undangan menuju kediaman Prof. KH Ali Masykur Musa. Dalam suasana hangat di sebuah joglo limasan, dua momen penting berpadu: perayaan ulang tahun ke-63 sang Kiai sekaligus peluncuran buku terbarunya berjudul Prinsip-prinsip Negara Indonesia: Syarah Konstitusi.

Buku ke-19 dalam perjalanan intelektual Kiai Ali ini lahir dari perenungan panjang sejak masa pengabdiannya di DPR RI lebih dari satu dekade lalu. Kini, menjabat sebagai Komisaris Independen PT PLN (Persero), ia kembali menegaskan relevansi relasi antara agama, negara, dan Pancasila.

“Negara ini tidak boleh rapuh. Ia harus dibangun di atas kalimatus sawa, titik temu yang mempertemukan berbagai pandangan, agama, suku, dan etnik dalam bingkai besar Indonesia. Kalau tidak ada fondasi kuat, maka bangunan negara ini bisa rapuh,” ujar Kiai Ali penuh keyakinan.

Ia menekankan bahwa Indonesia tidak perlu disebut sebagai negara Islam, karena nilai-nilai Islam sesungguhnya sudah hidup dalam prinsip-prinsip bernegara Indonesia.
“Maka dengan demikian, saya ingin katakan dengan buku ini, dari kajian teologis, syariat Islam, dan historis, bahwa Indonesia adalah negara yang tidak berbenturan sedikit pun dengan Islam,” tuturnya.

Buku tersebut disusun dengan empat fondasi utama: musyawarah sebagai dasar bernegara; Pancasila sebagai norma fundamental; Pancasila sebagai wujud nilai-nilai Islam di Indonesia; serta gagasan Indonesia sebagai “Madinah kedua”, tempat keberagaman hidup berdampingan secara damai.

“Generasi boleh berubah, zaman boleh berganti. Tapi prinsip bernegara harus tetap kokoh di bawah Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. Itulah misi suci saya melalui buku ini,” tegasnya.

Peluncuran buku sekaligus perayaan ulang tahun ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang Kiai Ali sebagai intelektual, politisi, sekaligus ulama yang konsisten menyuarakan harmoni antara agama dan negara./

Archives

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

SDN Gunungsitoli
Humaniora

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 18 Satuan Pendidikan di Gunungsitoli Kep.Nias

GUNUNGSITOLI, Bisnistoday - Bagi murid dan guru di Kota Gunungsitoli, revitalisasi sekolah...

Acara bincang kesehatan yang diadakan PTPN III (dok: PTPN)
Humaniora

Perkuat Budaya Wellbeing, PTPN Group Gelar Aksi Donor Darah

JAKARTA, Bisnistoday - PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menggelar kegiatan kemanusiaan berupa...

STPN Yogya
Humaniora

Mengenal Lebih Dekat Program Studi di Politeknik Agraria STPN

SLEMAN, Bisnistoday - Menentukan program studi (prodi) menjadi salah satu keputusan penting...

Rawa-rawa Mesopotamia yang kini berada di wilayah Irak Selatan. (dok: Unsplash/hasan Majed)
GLOBALHumaniora

Melacak Peradaban, Ilmuwan Telusuri Jejak Sungai Efrat

JAKARTA, Bisnistoday - Seperti halnya Babilonia, kota terbesar di Mesopotamia kuno, Uruk,...