www.bisnistoday.co.id
Kamis , 1 Oktober 2026
Home EKONOMI Sektor Riil Marriott Diperingatkan: Komitmen Telur Bebas Sangkar di Asia Tertinggal Jauh, Aktivis Desak Aksi Konkret
Sektor Riil

Marriott Diperingatkan: Komitmen Telur Bebas Sangkar di Asia Tertinggal Jauh, Aktivis Desak Aksi Konkret

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Dengan hanya tersisa tiga bulan menuju akhir tahun 2025, komitmen global Marriott International untuk menggunakan 100% telur bebas sangkar terancam gagal, khususnya di kawasan Asia. Capaian di Asia Tenggara yang hanya 42,65% menimbulkan tanda tanya besar atas keseriusan perusahaan.

Aktivis dari Act for Farmed Animals pun turun ke jalan dengan menggelar aksi protes di beberapa kota dunia, termasuk di depan Marriott Sari Pacific Jakarta. Aksi ini menyoroti kesenjangan antara kesuksesan implementasi di Eropa dan Amerika dengan ketertinggalan yang terjadi di Asia.

Elfha Shavira, Pimpinan Kampanye Act for Farmed Animals, menyatakan kekecewaannya atas ketimpangan ini.

“Tidak ada alasan bagi konsumen di Asia untuk menerima standar yang berbeda. Penderitaan ayam tidak mengenal batas geografis,” jelas Elfha dalam pernyataan resmi, Selasa (23/9/2025).

Keterlambatan ini dinilai ironis mengingat kesadaran konsumen Asia terhadap produk etis dan keberlanjutan justru sedang meningkat pesat. Survei terbaru menunjukkan lebih dari 60% konsumen urban di Asia Tenggara kini lebih memilih brand yang memperhatikan kesejahteraan hewan.

Saneekan Rosamontri, Direktur Utama Sinergia Animal Thailand, menegaskan bahwa transisi ini justru membuka peluang bisnis. “Beralih ke telur bebas sangkar bukan sekadar kewajiban, tapi strategi untuk membangun kepercayaan dan loyalitas konsumen jangka panjang,” jelasnya.

Dalam sistem kandang baterai konvensional, ayam petelur hidup dalam kandang sempit seukuran kertas A4 seumur hidupnya, yang menyebabkan beragam masalah kesehatan dan stres kronis. Praktek ini telah dilarang atau sedang dihapus secara bertahap di banyak negara maju.

Carolina Galvani, Pendiri Sinergia Animal, mengingatkan bahwa kesuksesan Marriott di wilayah lain membuktikan transisi ini sangat mungkin dilakukan. “Ini murni soal komitmen dan prioritas. Marriott memiliki sumber daya dan pengalaman untuk menerapkannya secara global,” tegasnya.

Tekanan terhadap industri hospitality untuk menerapkan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) semakin besar. Keputusan Marriott dalam menangani isu ini akan menjadi penentu reputasinya sebagai pemimpin industri yang bertanggung jawab di mata konsumen global.

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Perkuat Kepedulian dan Manfaat bagi Masyarakat, PTPN IV PalmCo gelar aksi donor darah. (Dok:PTPN)
Sektor Riil

Perkuat Kepedulian pada Masyarakat, PTPN IV PalmCo Gelar Aksi Donor Darah

JAKARTA, Bisnistoday – Dalam rangka memperingati Hari Palang Merah Indonesia (PMI), karyawan...

Harga Emas
Sektor Riil

Kerja Sama SICPA-Peruri Securink, Keamanan Produk EMASKU® Makin Terjamin

BANDUNG, Bisnistoday  -  PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) memperkuat keamanan produk emas...

Usaha Mikro
Sektor Riil

Kisah Ketekunan Usaha Mikro Asal Klaten Membangun Bisnis Hingga Menembus Pasar Global

KLATEN, Bisnistoday - Cerita menembus pasar global tidak selalu berasal dari perusahaan...

Dr Nicolaas Warouw (kiri) dan Dr Andi Achdian seusai acara diskusi di Universitas Nasional, Rabu (26/8/2026) (foto: Adi)
Sektor Riil

Mencari Bentuk Baru Solidaritas Kelas Pekerja

JAKARTA, Bisnistoday - Perubahan dunia kerja menghadirkan persoalan baru bagi politik kelas...