www.bisnistoday.co.id
Senin , 4 Mei 2026
Home EKONOMI API Beri Dua Usulan Berantas Impor Tekstil Ilegal
EKONOMIEkonomi & Bisnis

API Beri Dua Usulan Berantas Impor Tekstil Ilegal

Foto: Kementerian Perdagangan
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menyatakan dukungan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, terkait masalah pemberantasan importasi illegal.

Ketua Umum API Jemmy Kartiwa, menyatakan bahwa masalah utama dari terkendalanya pertumbuhan industri tekstil dan produk tekstil dalam negeri adalah importasi ilegal. Karena itu, API mendukung semangat Menkeu untuk memperbaiki iklim investasi di Indonesia.

Jemmy juga menegaskan bahwa importasi ilegal mengakibatkan negara kehilangan salah satu sumber pemasukan yang penting, yaitu pajak impor atau bea masuk.

Asosiasi Tekstil Akan Mengawal Pembahasan RUU Pertekstilan

”Akibat dari importasi ilegal yang berlebihan pasti merusak kapasitas industri nasional. Karena produk produk domestik menghadapi persaingan tidak sehat dengan produk impor ilegal yang tidak membayar pajak. Akibatnya, pendapatan negara dari setoran pajak industry akan menurun,” kata Jemmy melalui siaran pers, Selasa (23/9).

Mencegah impor illegal,  Jemmy  memberikan dua usulan pada pemerintah, pertama yaitu perlunya pemerintah menyusun strategi entry point atau pelabuhan  khusus untuk importasi pakaian jadi, yang bertujuan untuk melindungi industri TPT terutama garmen domestik. Hal serupa pernah dilakukan untuk importasi buah buahan luar negeri yang disesuaikan agar tidak terjadi pricing predatory.

Kedua, merevisi ketentuan importasi produk jadi, termasuk TPT yang saat ini marak dilakukan melalui impor kontainer borongan. Jemmy menegaskan impor kontainer borongan mengakibatkan negara kehilangan pendapatan bea masuk yang sangat besar, namun tidak bisa diketahui angka kerugiannya.  Pada produk impor borongan diduga terjadi praktek praktek korupsi dengan tanpa memeriksa detail barang barang impor dan bea masuknya.

”Kalau Pak Menkeu benar benar serius misinya untuk memberantas impor illegal apapun jenis produknya dan modusnya, maka negara akan mendapatkan pemasukan yang lebih besar dari pajak dari hasil industri domestik,” kata Jemmy.

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Harga Emas
Ekonomi & Bisnis

Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi Emas Naik pada Awal Mei 2026

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga...

Robot (Ilustrasi/unsplash/alex knight
EKONOMIOtomotif & Tekno

Konvergensi Teknologi Kunci Kemajuan di Masa Depan

JAKARTA, Bisnistoday – Di masa depan, kemampuan bersaing suatu negara atau perusahaan...

Kilang Minyak (Ilustrasi/Umsplash/maksym kaharlytsky)
EKONOMIEnergiGLOBALKawasan Global

UEA Keluar dari OPEC, Apa Dampaknya pada Harga Minyak?

JAKARTA, Bisnistoday - Konflik di Timur Tengah telah berdampak pada organisasi negara-negara...

Dirjen Intram
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Biaya Logistik Masih Tinggi, Kemenhub Genjot Multimoda dan Digitalisasi

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda...