www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home EKONOMI Kementerian UMKM Luncurkan ACCES, Program Pembiayaan hingga Rp20 Miliar bagi Usaha Menengah
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kementerian UMKM Luncurkan ACCES, Program Pembiayaan hingga Rp20 Miliar bagi Usaha Menengah

Social Media

Jakarta, Bisnistoday –  Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meluncurkan program ACCES (Accelerating Capital Resources for Medium Enterprises), sebuah inisiatif strategis yang dirancang untuk memberikan kemudahan  dan memperluas akses pembiayaan bagi pengusaha menengah di Indonesia.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, menjelaskan bahwa program ACCES hadir sebagai solusi konkret untuk memperkuat daya saing usaha menengah yang selama ini kerap menghadapi tantangan dalam memperoleh pembiayaan.

“Usaha menengah memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Mereka adalah jembatan antara usaha mikro dan kecil dengan korporasi besar, menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan mendorong inovasi,” ujar Bagus Rachman dalam peluncuran program ACCES di Jakarta, Kamis (23/10).

Melalui program ini, para pengusaha dapat mengakses berbagai skema pembiayaan inovatif baik melalui perbankan, fintech lending, securities crowdfunding, maupun pasar modal dengan nilai pembiayaan hingga Rp20 miliar, lewat pendaftaran di accescapital.id.

Bagus menambahkan, untuk memastikan keberhasilan program ini, Kementerian UMKM menggandeng berbagai pihak, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lembaga keuangan bank dan nonbank, mitra konsultan, asosiasi dan komunitas UMKM, serta jejaring pengusaha di berbagai sektor.

Program ini, menurut Bagus,  usaha menengah akan difasilitasi untuk memperkuat ekosistem kemitraan berbasis klaster, di mana mereka berperan sebagai operator Holding UMKM yang menghubungkan usaha mikro dan kecil ke dalam rantai pasok industri.

“Meskipun jumlahnya tidak banyak, usaha menengah memiliki nilai tambah yang tinggi. Mereka dapat menarik usaha mikro dan kecil agar terhubung dalam rantai pasok, sehingga tumbuh bersama dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja,” ujar Bagus.

Para pengusaha menengah juga akan mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan literasi keuangan dan kelayakan usaha agar menjadi lebih bankable.

Program ini juga memperkuat intermediasi usaha menengah ke berbagai lembaga keuangan, baik bank maupun nonbank, melalui proses profiling usaha, edukasi, pendampingan, serta business matching pembiayaan yang terstruktur.

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Para pengunjuk rasa menuntut keringanan utang bagi negara-negara miskin dalam pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bangkok pada Oktober lalu. (dok: Peerapon Boonyakiat/Sopa Images/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Utang Luar Negeri Semakin Mencekik Negara Miskin

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Negara-negara miskin kini semakin sulit untuk berinvestasi untuk masa...

Pemilu Sela di AS (dok: The GuardianSteven Garcia/NurPhoto/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Demokrat Menangi Pemilu Sela di AS, Apa Dampaknya bagi Asia?

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Partai Demokrat berhasil menang telak dalam pemili paruh waktu...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Suku Bunga Mekaar 8 Persen Resmi Berlaku

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT...

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
Ekonomi & Bisnis

Hingga September 2026, Kemendag Catat Tren Positif Perdagangan Luar Negeri  

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Indonesia kembali mencatatkan surplus neraca perdagangan pada September 2026...