www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis BPDP dan Aspekpir Indonesia Dorong Inovasi Petani Sawit di Pulau Terluar Bengkalis
Ekonomi & Bisnis

BPDP dan Aspekpir Indonesia Dorong Inovasi Petani Sawit di Pulau Terluar Bengkalis

Pengolahan Sawit
Social Media

BENGKALIS, Bisnistoday — Upaya memperkuat ekonomi kerakyatan terus dilakukan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia. Melalui kegiatan bertajuk “UMKM Menyapa Petani Sawit”, kolaborasi ini menyambangi Pulau Bengkalis, salah satu pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura.

Pada 30 Oktober 2025, ratusan petani—terutama generasi muda—berkumpul di Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Mereka mengikuti pelatihan “Praktik Mengolah Pelepah Kelapa Sawit menjadi Produk UMKM Bernilai Ekonomis”. Kegiatan ini membuka wawasan baru tentang potensi pelepah dan daun sawit sebagai bahan baku produk ekspor seperti lidi sawit, pakan ternak, hingga biochar ramah lingkungan.

Selain praktik langsung, kegiatan tersebut juga menjadi momentum penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ekspor lidi sawit dari Bengkalis.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, dalam sambutan daringnya menegaskan komitmen BPDP untuk terus menggandeng berbagai pemangku kepentingan, termasuk petani sawit, kelapa, dan kakao di seluruh Indonesia.

“Dari kegiatan seperti ini, kita berharap lahir produk-produk unggulan UMKM sawit dari Bengkalis yang bisa bersaing di pasar global,” ujarnya.

Ia mencontohkan kisah sukses para pembatik di Yogyakarta yang kini beromzet besar setelah mendapatkan pelatihan dan dukungan promosi dari BPDP. “Kegiatan promosi UMKM yang kami lakukan terbukti mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi pelaku usaha kecil,” tambah Helmi..

Pengolahan Pelepah Sawit

Sementara itu, Bupati Bengkalis melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Andres Wasono menilai inovasi pengolahan pelepah sawit sebagai langkah strategis meningkatkan kesejahteraan petani.

“Pemanfaatan pelepah sawit yang semula dianggap limbah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi adalah terobosan penting bagi kemandirian daerah,” ujarnya.

Andres juga berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke kecamatan dan pulau lain di wilayah Bengkalis, terutama di daerah perbatasan.

Ketua DPD I Aspekpir Riau, Sutoyo, menambahkan bahwa pelatihan ini tidak hanya memberi keterampilan baru, tetapi juga membangkitkan semangat petani untuk lebih kreatif mengelola hasil perkebunan.

“Kami ingin para petani melihat limbah sawit sebagai peluang emas. Melalui edukasi dan inovasi, sawit bisa terus menjadi sumber kesejahteraan bersama,” tegasnya.

Acara ini turut menghadirkan sejumlah praktisi berpengalaman, seperti M. Mirza Arif Zainal (Biochar), Reza Rafsanjani (Pakan Ternak), Ilham Setiadi (Ekspor), dan Arif Firmansyah (Biochar).

Kegiatan “UMKM Menyapa Petani Sawit” di Bengkalis menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat dalam menciptakan nilai tambah ekonomi dari komoditas sawit sekaligus memperkuat posisi Indonesia di sektor perkebunan berkelanjutan.//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Suku Bunga Mekaar 8 Persen Resmi Berlaku

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT...

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
Ekonomi & Bisnis

Hingga September 2026, Kemendag Catat Tren Positif Perdagangan Luar Negeri  

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Indonesia kembali mencatatkan surplus neraca perdagangan pada September 2026...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pembahasan RUU Perkoperasian Capai 80 Persen, Ditargetkan Rampung Tahun Ini

JAKARTA, Bisnistoday – Sekretaris Kementerian Koperasi (Kemenkop) Ahmad Zabadi menyampaikan pembahasan Rancangan...

Menperin
Ekonomi & Bisnis

Prospek Industri Sedang Baik, Menperin Sarmuji Minta Kadin Manfaatkan Momentum

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menilai prospek industri nasional sedang...