JAKARTA, Bisnistoday – Suasana khusyuk Salat Jumat di Masjid SMAN 72 Jakarta mendadak berubah mencekam ketika ledakan keras mengguncang kompleks sekolah yang berada di kawasan TNI AL Kodamar, Kelapa Gading, Jakarta Utara, sekitar pukul 12.30 WIB. Ledakan yang berasal dari dalam area masjid itu menyebabkan delapan orang mengalami luka-luka.
Menurut laporan petugas piket Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Disgulkarmat) Jakarta Utara, kejadian pertama kali dilaporkan oleh Zulfikar, warga setempat, sekitar pukul 12.09 WIB. Petugas damkar dari Grup Jaga C segera diterjunkan untuk memastikan area aman dan memeriksa kemungkinan adanya kebakaran susulan.
Berdasarkan keterangan awal, ledakan diduga berasal dari perangkat sound system di dalam masjid. Namun, kepastian sumber ledakan masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian dan tim penjinak bom (Jihandak) dari TNI AL serta Polda Metro Jaya yang langsung mensterilkan area dan memasang garis polisi di sekitar lokasi.
“Saat ini area sudah steril dan kami masih mendalami sumber ledakan. Dugaan sementara berasal dari perangkat elektronik, tetapi kami belum dapat memastikan,” ujar salah satu petugas di lokasi, Jumat siang.
Delapan korban luka segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Sebagian besar mengalami luka ringan akibat pecahan kaca dan tekanan suara, sementara dua orang lainnya dilaporkan menderita luka cukup serius.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Kabiro Komunikasi dan Humas Kemendikdasmen, Anang Ristanto, melalui keteranganya menegaskan bahwa keselamatan warga sekolah menjadi prioritas utama.
“Kami berkoordinasi dengan pihak sekolah, Dinas Pendidikan, dan aparat keamanan untuk memastikan penanganan korban serta pemulihan fasilitas. Kami juga menyiapkan layanan pendampingan psikologis bagi siswa dan guru agar kondisi mental mereka tetap terjaga,” ujarnya.
Pihak sekolah telah mengevakuasi seluruh siswa dan menutup akses menuju masjid hingga penyelidikan selesai. Aktivitas belajar-mengajar sementara dialihkan ke ruang kelas lain yang aman.
Kemendikdasmen mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pemerintah berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi sekolah dan para korban dalam proses pemulihan pascakejadian.//



