BANDUNG, Bisnistoday – Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro (HMTE) Universitas Widyatama meresmikan pemasangan 10 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) tenaga surya di Desa Cikurubuk, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) bertajuk SOLTAR.
Bukan tanpa alasan, Desa Cikurubuk dipilih lantaran minimnya penerangan di Cikurubuk, di mana 13 dari 18 RT belum memiliki penerangan layak dan sekitar 60% wilayah desa gelap total, sehingga mengganggu keamanan warga.
“Survei awal tim menunjukkan 71% warga merasa tidak aman beraktivitas malam hari,” kata Ketua pelaksana, Dwi Kurniawan Wijaksono, dalam keterangannya, Selasa (2/12/2025).
Dwi menginformasikan, HMTE memperoleh hibah Rp20,4 juta dari Direktorat Pendidikan Tinggi untuk pengadaan panel surya, baterai, lampu PJU, pengelasan tiang, serta edukasi dan instalasi.
Adapun solusi tenaga surya dipilih karena biaya listrik PLN dinilai tidak realistis, sementara Cikurubuk memiliki potensi cahaya matahari yang stabil.“Kami memilih teknologi yang hemat energi, ramah lingkungan, dan bisa dirawat warga agar keberlanjutannya terjaga,” ujar Dwi.
Sebelum peresmian, pihaknya telah melakukan serangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat Desa Cikurubuk. Mulai dari sosialisasi door to door, di mana mahasiswa memperkenalkan program sekaligus mendengar langsung keluhan warga terkait kondisi wilayah yang gelap
HMTE kemudian mengadakan seminar energi surya yang menjelaskan cara kerja panel surya, fungsi baterai, sistem lampu otomatis, serta langkah-langkah perawatan sederhana yang dapat dilakukan oleh warga. “Rangkaian kegiatan dihadiri perangkat desa, karang taruna, dan masyarakat,” jelasnya.
Program SOLTAR juga mencakup pelatihan perawatan agar masyarakat dapat melakukan pengecekan rutin. Selanjutnya, HMTE akan melakukan monitoring berkala, sementara pemerintah desa berencana menjadikan Cikurubuk sebagai model desa penerangan mandiri./ (E1-DINNI)

