BANDUNG, Bisnistoday – Upaya pengelolaan air berkelanjutan mulai diterapkan di Masjid Salman ITB melalui peresmian program Sustainability Recycle Air Hujan & Air Wudhu, Kamis (5/3) lalu.
Program ini memungkinkan air hujan dan air wudhu yang telah diolah dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan jamaah di lingkungan masjid.
Program tersebut dihadirkan sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan sumber daya air sekaligus upaya penghematan penggunaan air bersih.
Melalui teknologi pengolahan tertentu, air limbah ringan diolah kembali agar layak digunakan, sehingga membantu menjaga kelestarian lingkungan.
Kepala Divisi Unit Usaha Syariah PT Pegadaian, Beni Martina Maulan, mengatakan air merupakan anugerah yang perlu dijaga keberlanjutannya.
“Kami melihat bahwa air bisa di-recycle. Ada teknologi yang bisa memurnikan air kembali untuk digunakan. Artinya kami ingin adanya manfaat keberlanjutan atas apa yang telah Allah berikan kepada kita,” ujar Beni, dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).
Ia menambahkan, kolaborasi ini menjadi contoh langkah nyata dalam upaya pelestarian lingkungan di lingkungan masjid.
Dengan adanya sistem daur ulang air hujan dan air wudhu ini, jamaah Masjid Salman ITB turut berkontribusi dalam konservasi air tanah dan air permukaan di Kota Bandung yang semakin terbatas.
Ketua Wakaf Salman, Wahyu Srigutomo, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari langkah Masjid Salman ITB menuju konsep Green Mosque.
“Selain program daur ulang air hujan dan air wudhu, inisiatif keberlanjutan lain juga mulai berjalan, seperti pemilahan sampah di lingkungan masjid hingga pemanfaatan panel surya,” katanya.
Baik pihak penyelenggara maupun Wakaf Salman berharap kolaborasi ini dapat menjadi amal jariyah yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Peresmian program ditandai dengan pengguntingan pita secara simbolis, kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bidang Dakwah Masjid Salman ITB.//







































