www.bisnistoday.co.id
Jumat , 10 April 2026
Home EKONOMI Pemboman Kilang Minyak Iran dapat Merusak Lingkungan
EKONOMI

Pemboman Kilang Minyak Iran dapat Merusak Lingkungan

Wakil Menteri Kesehatan Iran, Ali Jafarian, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tanah dan pasokan air di sekitar Teheran sudah mulai terkontaminasi oleh dampak ledakan akhir pekan lalu.

Serangan Iran
SERANGAN Israel-AS resmi ke Iran dimulai./ant/
Social Media

JAKARTA-Bisnistoday: Para ahli memperingatkan pemboman infrastruktur minyak Iran akan menimbulkan dampak lingkungan jangka panjang yang besar.

Pada Senin lalu atau dua hari setelah Israel menyerang depot minyak Shahran di timur laut Teheran dan depot bahan bakar Shahr-e di selatannya, tempat itu  masih mengeluarkan asap.

Laporan Guardian menyebutkan segera setelah serangan itu, badan lingkungan Iran dan Palang Merah Iran telah memperingatkan penduduk Teheran untuk tetap di rumah.

Mereka memperingatkan  bahan kimia beracun yang disebarkan dari instalasi bahan bakar fosil itu, dapat menyebabkan hujan asam dan merusak kulit dan paru-paru.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan: “Kerusakan pada fasilitas perminyakan di Iran berisiko mencemari makanan, air, dan udara. Ini dapat berdampak buruk pada kesehatan.”

Wakil Menteri Kesehatan Iran, Ali Jafarian, mengatakan kepada Al Jazeera tanah dan pasokan air di sekitar Teheran sudah mulai terkontaminasi oleh dampak ledakan akhir pekan lalu.

Menurut Dr. Akshay Deoras, peneliti di Universitas Reading, hujan hitam yang turun di seluruh Teheran beberapa jam setelah pemboman adalah campuran jelaga dan partikel halus dari ledakan dengan hujan dari badai yang sudah bergerak melintasi wilayah tersebut.

“Dalam hal kimia atmosfer, kebakaran minyak menghasilkan senyawa sulfur dan nitrogen yang dapat membentuk asam jika larut dalam air hujan,” kata Deoras.

Risiko terhadap kesehatan manusia, kata dia, berasal dari menghirup atau menyentuh asap dan partikel yang dapat menyebabkan sakit kepala, iritasi mata dan kulit, serta kesulitan bernapas, terutama bagi penderita asma, lansia, dan anak-anak.

Memicu kanker

 Warga Teheran melaporkan kesulitan bernapas  serta sakit kepala dan sensasi terbakar di mata dan tenggorokan.

“Efek akut dari awan hitam yang menyebar di seluruh kota mungkin baru permulaan,” kata Profesor Andrea Sella, profesor kimia anorganik di University College London.

Ledakan tersebut, kata dia, akan memaparkan penduduk setempat pada berbagai macam zat kimia beracun, termasuk logam, yang juga akan menyebar tanpa pandang bulu.

“Akan ada campuran kimia yang beragam, termasuk sejumlah besar senyawa aromatik yang berinteraksi dengan DNA dan berhubungan dengan kanker.” //

 

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Apresiasi Pemkab Mimika Bangun Kopdes Atuka Pakai APBD

MIMIKA, Bisnistoday – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengapresiasi inisiatif  Pemerintah Kabupaten...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pemerintah Buka Impor Bahan Baku Plastik Dari Negara Non Timur Tengah

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian UMKM dan Kementerian Perindustrian segera mengimpor bahan baku...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

API Akan Modernisasi Mesin Tekstil untuk Penghematan Energi

JAKARTA, Bisnistoday - Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mendukung berbagai kebijakan strategis pemerintah...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop dan MUI Kerja Sama Strategis Pemberdayaan Ekonomi Umat

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Koperasi dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi menjalin...