JAKARTA, Bisnistoday – Presiden FIFA Gianni Infantino menghadapi krisis kepemimpinan setelah sejumlah federasi di Eropa (UEFA), Asia (AFC), dan Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Kepulauan Karibia (Concacaf) mengancam akan mengambil tindakan tegas terkait rencana hak komersial yang diusulkannya.
Namun, sejumlah pimpinan FIFA menegaskan kembali dukungan penuh mereka terhadap Infantino, beberapa hari setelah ia terpaksa membatalkan rencana penjualan hak komersial tersebut.
Pernyataan ini muncul setelah pertemuan di Rabat, Maroko, pada Rabu (5/8/2026). Pertemuan tersebut diadakan menyusul tekanan yang meningkat dari UEFA dan konfederasi lainnya yang mengancam akan menggagalkan rencana pemilihan kembali Infantino untuk masa jabatan keempat pada Kongres FIFA bulan Maret mendatang.
Dalam sebuah pernyataan, FIFA menyebutkan bahwa Sekretaris Jenderal Mattias Grafstrom dan anggota dewan manajemen menegaskan kembali dukungan mereka kepada Infantino sebagai “satu-satunya pejabat yang dipilih oleh 211 Asosiasi Anggota FIFA”.
Infantino membalas dukungan tersebut dengan menyatakan dukungannya kepada Grafstrom dan jajaran administrasi FIFA.
Akui kesalahan
Para petinggi FIFA mengakui adanya “kesalahan” terkait proposal FIFA Forward Enterprise yang kini telah ditarik kembali. Proposal tersebut sedianya akan menjual 20 persen saham dalam badan hak komersial baru kepada investor swasta untuk menggalang dana sebesar US$4,2 miliar, serta melibatkan perusahaan yang memiliki hubungan keluarga dengan Presiden AS Donald Trump.
FIFA menyatakan bahwa permintaan maaf telah disampaikan melalui surat terpisah kepada dewan pengurus dan asosiasi anggota, yang akan diikuti dengan peninjauan dan penyusunan laporan. Organisasi tersebut menambahkan bahwa mereka tidak akan lagi menoleransi serangan apa pun terhadap integritasnya” dan akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk membela reputasinya.
Pertemuan tersebut berlangsung setelah terjadinya perbedaan pendapat secara terbuka selama beberapa hari.
UEFA menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino dan melayangkan “surat permintaan penyimpanan dokumen” agar tidak menghilangkan barang bukti kepada FIFA. Penasihat senior Infantino, Carlos Cordeiro, mengundurkan diri sebagai bentuk protes.
Surat kabar The Times melaporkan bahwa UEFA, Concacaf, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) siap melumpuhkan FIFA atau membuat kompetisi tandingan jika Infantino tidak mundur, meskipun sejumlah federasi—termasuk Qatar dan beberapa asosiasi dari Afrika—telah menyatakan dukungan secara terbuka kepadanya.//








































