www.bisnistoday.co.id
Kamis , 6 Agustus 2026
Home HEADLINE NEWS BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 Sebesar 5,29%
HEADLINE NEWS

BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 Sebesar 5,29%

PELABUHAN PRIOK
TRUK bermuatan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok./

Warning: Undefined array key "HTTP_USER_AGENT" in /home/u6526426/public_html/wp-content/plugins/wesper-function/inc/core.php on line 735
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, selama periode Kuartal II-2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen (tahunan). Sementara, pertumbuhan sektor industri pengolhan bertumbuhan 4.52 persen. fundamental ekonomi nasional dinilai cukup stabil.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam keteranganya di Jakarta, Rabu (5/8) mengungkapkan, bahwa 38 provinsi di Indonesia tercatat sebanyak 17 provinsi pertumbuhan ekonominnya berada diatas rata-rata nasional. Sementara, BPS juga mencatat bahwa konsumsi rumah tangga masih bertumbuh 5,06 persen,

Konsumsi rumah tangga dan industri pengolahan masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional. BPS mencatat, komponen konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06 persen, sedangkan sektor industri pengolahan tumbuh 4,52 persen.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan dari 38 provinsi di Indonesia, pertumbuhan ekonomi di 17 provinsi tercatat berada di atas angka nasional.” Untuk provinsi yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi diatas rata-rata nasional, seperti, Maluku Utara, bertumbuh 15,35 persen atau tertinggi, kemudian Nusa Tenggara Barat, 7,41 persen serta Kepulauan Riau, sebesar 6,99 persen.”

Menanggapi hal tersebut, Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto menegaskan, bahwa perekonomi Indonesia stabil. Apabila sekarang, perekonomian dunia bertumbuh sekitar 3,5 persen maka Indonesia diatas pertumbuhan dunia.

“Saya prediksikan, untuk pertumbuhan ekonomi pada Semester I tahun 2026 optimis masih berada di 5,5 persen. Dari sisi makro relative aman, dan lebih tinggi dari pertumbuhan global, Dan diantara negara G 20, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di Top 5 terbaik.”

Di ASEAN, lanjut Menko Airlangga, negara Vietnam mampu bertumbuh hingga 8 persen, karena ditopang peningkatan investasi yang tinggi serta penciptaan lapangan kerja yang luas. Indonesia mencatat untuk investasi di beberapa daerah ada yang tinggi. Sedngkan untuk inflasi relative masih terjaga sebesar 2,88 persen atau menurun. “Ini hal yang positif.”

Kinerja Ekspor Terkontraksi

Ryan Kiryanto, Ekonom Senior, Praktisi Perbankan, dan Associate Faculty LPPI mengutarakan, realisasi pertumbuhan ekonomi atau PDB Indonesia sebesar 5,29% merupakan kinerja yang baik terutama di tengah gejolak internasional dan risiko geopolitik yang masih membayangi. Dari konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah dan investasi langsung mampu menjadi penopang utama pertumbuhan.

Hanya saja, lanjut Ryan, dari ekspor dan impor yang tumbuh negatif atau kontraksi, perlu menjadi perhatian pemerintah. Neraca dagang di bulan-bulan berikutnya masih tertekan karena risiko geopolitik dan kebijakan kenaikan tarif AS yang sebesar 10 persen serta melemahnya permintaan global dan harga komoditas khususnya batubara, nikel dan bauksit.

Ryan mengatakan, pemerintah harus mendorong barang ekspor alternatif dari produk manufaktur sambil mempertahankan atau bahkan meningkatkan konsumsi rumah tangga dengan menjaga daya beli masyarakat kelas menengah dan lapis bawah.

“Belanja pemerintah yakni program MBG harus yang lebih efisien, efektif dan tepat sasaran, bansos, dan perlinsos lainnya dan investasi langsung seperti PMA maupun PMDN.”

Fokus Tingkatkan Daya Saing

Paralel dengan upaya-upaya tersebut, kata Ryan Kiryanto, perbaikan daya saing melalui reformasi birokrasi agar lebih berdaya saing karena lebih efisien dan efektif sehingga betul-betul pro bisnis, harus dikerjakan sungguh-sungguh.

Terakhir, kepastian regulasi atau kebijakan di bidang apapun juga harus diupayakan untuk mengembalikan, memulihkan dan menguatkan kepercayaan publik, terutama pelaku ekonomi, pasar dan pemodal.

“Harapannya tentu agar target pertumbuhan ekonomi berkisar 5,3-5,6% di tahun 2026 ini berkesinambungan, berkualitas atau inklusif bisa tercapai sekaligus sebagai modal berharga menjelang tahun 2027.”/

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Menko Airlangga
HEADLINE NEWS

Menko Airlangga Mengajak Investor Berinvestasi ke Teknologi AI

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah mendorong pengembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) lebih cepat...

RUU Sistranas
HEADLINE NEWS

RUU Sistranas Tingkatkan Integrasi Transportasi Penumpang dan Logistik Nasional

JAKARTA, Bisnistoday – Penyusunan Rancangan Undang-Undang Sistem Transportasi Nasional (RUU Sistranas) menjadi...

Aluminium Ekstrusi
HEADLINE NEWS

Kuartal III-2026, PMI Manufaktur Nasional Catatkan Perbaikan

JAKARTA, Bisnistoday- Sektor industri manufaktur Indonesia kembali menunjukkan geliat positif dan memasuki...

Ojek Asmat
HEADLINE NEWS

Driver Ojol Jadi UMKM Mesti Lebih Sejahtera Bukan Malah Merana

JAKARTA, Bisnistody – Rencana pemerintah menetapkan pengemudi ojek online (ojol) sebagai pelaku...