www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 12 September 2026
Home EKONOMI Energi Pengamat Ungkap Strategi Percepat Transisi Energi Indonesia: PLTS hingga Smart Grid
Energi

Pengamat Ungkap Strategi Percepat Transisi Energi Indonesia: PLTS hingga Smart Grid

PLTS berkapasitas 530 kilowatt peak (kWp) di Pulau Messah, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur milik PLN
Social Media

BANDUNG, Bisnistoday – Percepatan transisi energi menjadi salah satu tantangan penting dalam pengembangan sistem kelistrikan Indonesia. Di tengah kebutuhan listrik yang terus meningkat, PT PLN (Persero) dinilai memiliki peran strategis dalam memastikan pertumbuhan permintaan listrik dapat dipenuhi dengan sumber energi yang lebih bersih.

Pengamat Ekonomi Energi Tata Mustasya mengatakan, posisi PLN sangat penting karena perusahaan tersebut menjadi penyedia utama listrik bagi masyarakat dan dunia usaha di Indonesia.

Menurutnya, peningkatan kebutuhan listrik tidak harus bertentangan dengan target penurunan emisi. Kuncinya adalah memastikan tambahan kebutuhan listrik dipenuhi melalui sumber energi terbarukan.

“Pertumbuhan konsumsi listrik tidak masalah selama pertumbuhannya dipenuhi oleh energi terbarukan,” ujar Tata, kepada Bisnis Today, Jumat (11/9).

Menurutnya, salah satu tantangan utama dalam integrasi energi terbarukan adalah kesiapan jaringan listrik. Sumber energi seperti tenaga surya memiliki karakter intermiten sehingga membutuhkan sistem transmisi dan distribusi yang lebih modern.

Karena itu, pengembangan smart grid menjadi kebutuhan penting. Pemerintah juga dinilai perlu memberikan dukungan pembiayaan untuk modernisasi jaringan sehingga PLN dapat lebih fokus mendorong pengembangan energi terbarukan.

Selain memperkuat jaringan, Tata mendorong adanya ruang yang lebih besar bagi masyarakat dan industri untuk memanfaatkan PLTS atap.

Menurut dia, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi surya. Namun, pemanfaatannya masih menghadapi keterbatasan kebijakan dan kuota.

Ia menilai pelonggaran aturan PLTS atap dapat menjadi salah satu langkah cepat untuk mempercepat transisi energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbasis batu bara.

Transisi energi juga dinilai semakin penting bagi sektor industri. Pasalnya, permintaan global terhadap produk ramah lingkungan terus berkembang. Industri yang menggunakan energi bersih berpotensi memiliki posisi lebih baik dalam rantai pasok global.

Tata mendorong pemerintah dan PLN mengembangkan green corridor atau kawasan yang memungkinkan industri dengan kebutuhan listrik besar mendapatkan pasokan energi terbarukan secara lebih langsung.

Konsep tersebut dinilai relevan untuk industri dengan konsumsi listrik tinggi, termasuk pusat data dan sektor berbasis teknologi.

“Kalau ada industri yang membutuhkan listrik hijau, harus diberikan ruang untuk mendapatkan listrik dari sumber energi terbarukan,” katanya.

Transisi Energi Harus Berkeadilan

Selain mengejar target pengurangan emisi, transisi energi menurut Tata harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ia menekankan pentingnya konsep just transition, yakni memastikan perubahan menuju energi bersih tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu gagasan yang ditawarkan adalah memberikan dukungan bagi rumah tangga dan UMKM untuk memasang PLTS atap. Penghematan biaya listrik kemudian dapat dialihkan untuk kebutuhan lain, seperti pendidikan dan pangan.

Untuk wilayah yang belum mendapatkan akses listrik, pemanfaatan pembangkit energi terbarukan skala kecil yang dilengkapi baterai juga dapat menjadi solusi.

Tata menyebut setidaknya ada tiga langkah yang perlu diprioritaskan untuk mempercepat transisi energi Indonesia.

Pertama, membuka ruang lebih besar bagi pengembangan PLTS atap dan penggunaan energi terbarukan oleh industri.

Kedua, memperkuat jaringan transmisi dan distribusi agar mampu mengintegrasikan lebih banyak pembangkit energi terbarukan.

Ketiga, pemerintah perlu memberikan kepastian kebijakan dan insentif agar investasi energi bersih semakin menarik.

Untuk Jawa Barat, Tata melihat peluang yang besar karena wilayah ini memiliki kebutuhan listrik tinggi dan basis industri yang kuat.

Menurutnya, pertumbuhan kebutuhan listrik di Jawa Barat seharusnya sekaligus menjadi momentum untuk memperbesar penggunaan energi terbarukan.

Ia berharap PLN di Jawa Barat dapat menjadi salah satu penggerak inovasi dalam mempercepat transisi energi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEnergi

Listrik Jampang Sukabumi Belum Merata, DPRD Jabar Dorong Akses hingga Pedalaman

BANDUNG, Bisnistoday – Infrastruktur kelistrikan di wilayah Jampang, Kabupaten Sukabumi, mulai menunjukkan...

Energi

SKK Migas Resmikan Fasilitas Overhaul dan Pembangunan Engine Solar Turbines Taurus™ 60 Single Shaft Pertama di Asia

JAKARTA, Bisnistoday — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan...

Ahmah Yani
Energi

Ahmad Yani Terpilih sebagai Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday – Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX:...

Panel Surya
Energi

Penyediaan Tenaga Surya Solusi Mahalnya Subsidi Energi Gas

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah diminta segera menetapkan kebijakan peralihan subsidi gas menuju...