BANDUNG, Bisnistoday – Infrastruktur kelistrikan di wilayah Jampang, Kabupaten Sukabumi, mulai menunjukkan perbaikan. Namun, pemerataan akses listrik hingga wilayah pedalaman masih menjadi tantangan, terutama karena kondisi geografis Jampang yang luas dan berbukit.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dessy Susilawaty, mengatakan kondisi kelistrikan di sejumlah wilayah Jampang kini relatif ada kemajuan dibandingkan sebelumnya. Perbaikan tersebut salah satunya didukung oleh penambahan kapasitas listrik pada Agustus 2026.
“Kalau sekarang agak lebih stabil. Kemarin sekitar Agustus ada penambahan kapasitas listrik,” ujar Dessy, kepada Bisnis Today, Sabtu (2/9).
Meski demikian, Dessy menyebut akses listrik belum sepenuhnya merata. Sejumlah masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman masih menghadapi keterbatasan pasokan listrik. Kondisi geografis juga menjadi salah satu tantangan karena Jampang memiliki wilayah perbukitan dan jarak antarpemukiman yang cukup jauh.
Dari Kota Sukabumi, perjalanan menuju sejumlah wilayah Jampang bahkan dapat memakan waktu sekitar empat hingga lima jam. Kondisi tersebut membuat pembangunan infrastruktur, termasuk jaringan listrik, membutuhkan perhatian lebih.
Listrik Stabil Dorong UMKM Jampang
Menurut Dessy, keandalan listrik memiliki peran penting dalam mendorong perekonomian masyarakat Jampang. Wilayah tersebut memiliki potensi ekonomi dari sektor perikanan, pertanian, dan perkebunan.
Salah satu peluang yang dapat dikembangkan adalah pengolahan hasil laut. Dengan pasokan listrik yang stabil, nelayan dan pelaku UMKM dapat menggunakan fasilitas pendingin untuk menyimpan hasil tangkapan lebih lama.
“Kalau listriknya bagus dan stabil, UMKM bisa punya alat pendingin untuk menyimpan hasil laut,” katanya.
Hal serupa berlaku bagi hasil pertanian. Produk seperti singkong dapat diolah menjadi berbagai produk makanan sehingga memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Dessy menilai pengembangan produk frozen food juga berpotensi menjadi salah satu sektor yang berkembang di Jampang. Namun, usaha tersebut membutuhkan pasokan listrik yang stabil karena fasilitas pembekuan tidak dapat beroperasi optimal jika listrik sering mengalami gangguan.
Akses Internet Juga Perlu Diperkuat
Selain listrik, Dessy menilai penguatan jaringan komunikasi dan internet juga penting. Menurutnya, masyarakat di sejumlah wilayah Jampang masih harus mencari lokasi tertentu untuk mendapatkan sinyal telepon.
Kondisi tersebut menjadi kendala bagi masyarakat yang kini semakin bergantung pada aktivitas digital, termasuk pelaku UMKM yang ingin memasarkan produk secara online.
“Di samping kelistrikan, Wi-Fi dan jaringan komunikasi juga harus menunjang,” ujarnya.
Karena itu, Dessy berharap akses listrik dapat semakin merata hingga wilayah pedalaman. Ia juga mendorong agar setiap rumah memiliki akses dan meteran listrik sendiri sehingga masyarakat tidak perlu bergantung pada sambungan dari rumah lain.
Dessy mengungkapkan dirinya telah menyampaikan persoalan pemerataan listrik kepada pemerintah daerah dan mendorong agar wilayah yang belum terpenuhi pasokan listriknya dapat diajukan dalam program infrastruktur kelistrikan pemerintah.
Ke depan, pemerataan listrik, penguatan jaringan internet, serta pengembangan infrastruktur dinilai dapat menjadi fondasi penting untuk meningkatkan aktivitas ekonomi dan kualitas hidup masyarakat Jampang.







































