JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kurs rupiah pada perdagangan akhir pekan, Jumat (14/06) ditutup merosot.
IHSG melemah 96,72 poin ke posisi 6.734,83, dan Indeks LQ45 turun 13,12 poin ke posisi 845,50. Sementara kurs rupiah melemah 142 poin menjadi Rp16.412 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.270 per dolar AS.
Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya menyebut, pada perdagangan hari i ni IHSG dan bursa regional Asia berada di zona merah. Pasar khawatir perang tarif pajak antara China dengan Uni Eropa semakin memanas, yang disebabkan oleh pemerintah China naik pitam menanggapi tarif baru Uni Eropa terhadap kendaraan listrik (EV) impor China.
Belgia yang merupakan Uni Eropa menilai China telah berlebihan memberikan subsidi terhadap EV. Di sisi lain, China akan mengambil sikap yang diperlukan untuk menjaga kepentingan mereka setelah Komisi Uni Eropa mengumumkan bahwa mereka akan mengenakan bea tambahan sampai 38,1 persen pada impor mobil listrik China mulai Juli 2024.
Sementara itu, pada pertemuan hari ini ini, Bank of Japan (BOJ) tetap mempertahankan tingkat suku bunganya pada kisaran 0 sampai 0,1 persen, yang merupakan upaya BOJ menuju normalisasi kebijakan dan menyatakan bahwa mereka akan mulai mengurangi jumlah pembelian obligasi setelah pertemuan pada Juli 2024.
Dari dalam negeri, minimnya sentimen positif dan juga jelang libur panjang perayaan Idul Adha, pelaku pasar tampaknya melakukan upaya profit taking pada hari ini.
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebelas atau semua sektor terkoreksi yaitu sektor teknologi turun paling dalam sebesar 2,23 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor energi yang masing-masing turun sebesar 2,03 persen dan 1,93 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu TAXI, SBAT, CGAS, GTRA dan CAMP. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni TOPS, TRON, SGER, BATR dan PAMG.
Baca juga: Awal Pekan IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 888.138 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 21,80 miliar lembar saham senilai Rp10,08 triliun. Sebanyak 140 saham naik 451 saham menurun, dan 180 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 94,10 poin atau 0,24 persen ke 38,814,60, indeks Hang Seng melemah 170,85 poin atau 0,94 persen ke 17.941,77, indeks Shanghai menguat 3,70 poin atau 0,12 persen ke 3.032,62, dan indeks Strait Times melemah 26,97 poin atau 0,81 persen ke 3.297,55.
Rupiah Anjlok
Di pasar uang, kurs rupiah terhadap dolar AS merosot disebabkan sentimen global terkait pemangkasan suku bunga Amerika Serikat (AS).
“Rupiah masih akan tetap bergerak fluktuatif, hal ini disebabkan oleh sentimen global dan juga domestik,” kata ekonom Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto seperti dikutif Antara.
Dari sisi global, terlihat pasar masih menyambut baik hasil rapat Federal Open Market Commettee (FOMC) AS, di mana pasar masih memprediksi kemungkinan adanya pemangkasan suku bunga AS sebanyak dua kali tahun ini.
Sementara dari dalam negeri, pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh tingginya permintaan dolar AS terkait pembayaran dividen, repatriasi, dan musim haji.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat turun ke level Rp16.374 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.286 per dolar AS./
















![Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/07/Karhutla-680x533.jpg)























