www.bisnistoday.co.id
Kamis , 30 Juli 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Akhir Pekan IHSG Ditutup Melemah
Bursa

Akhir Pekan IHSG Ditutup Melemah

IHSG melemah
IHSG pada perdagangan Kamis (02/05) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (27/09) ditutup melemah melemah 47,60 poin ke posisi 7.696,91. Sementara indeks LQ45 turun 10,60 poin ke posisi 959,94. Sementara mayoritas bursa saham kawan Asia menguat.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (27/09) menyebut, Bursa regional Asia bergerak variatif (mixed). Beragam sentimen memberikan dampak pada perdagangan pasar keuangan jelang akhir pekan ini.

Pelaku pasar tampaknya memiliki pandangan seiring dengan pernyataan Ketua The Fed dan dampak sentimen stimulus China, serta data ekonomi Jepang.

Pelaku pasar mencari arah pasca pernyataan Ketua The Fed yang sama sekali tidak menyinggung mengenai prospek lanjutan penurunan suku bunga acuan bank sentral, sedangkan Gubernur The Fed, Lisa Cook, mengatakan pada Kamis malam bahwa ia sepenuh hati mendukung penurunan suku bunga sebesar 50 bp.

Hal ini menjadi perhatian pasar selanjutnya, di mana pasar akan menanti seberapa agresif The Fed akan memangkas suku bunga acuannya.

Sementara itu, Bank Sentral China (PBoC) menurunkan rasio persyaratan cadangan sebesar 50 bps, penurunan kedua tahun ini yang bertujuan untuk memperkuat ekonomi yang tersendat.

Perubahan tersebut, yang berlaku mulai 27 September 2024, telah diisyaratkan awal minggu ini oleh Gubernur Pan Gongsheng. Selanjutnya, pasar juga menantikan lanjutan kebijakan dari sisi fiskal, yang dianggap perlu oleh investor untuk pemulihan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Dibuka Melemah

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor menguat yaitu dipimpin sektor energi sebesar 0,94 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor teknologi yang masing- masing naik sebesar 0,77 persen dan 0,59 persen.

Sedangkan, tujuh sektor turun yaitu sektor infrastruktur turun paling dalam sebesar 0,59 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor industri yang masing- masing turun sebesar 0,50 persen dan 0,44 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu INPS, PYFA, TOBA, AWAN dan DOID. Sedangkan, saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni GULA, TRON, LABA, MAYA dan PMMP.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.253.966 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 20,54 miliar lembar saham senilai Rp15,01 triliun. Sebanyak 346 saham naik, 312 saham menurun, dan 243 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini, antara lain indeks Nikkei menguat 904,60 poin atau 2,32 persen ke 39.829,60, indeks Hang Seng menguat 707,72 poin atau 3,55 persen ke 20.632,30, indeks Shanghai menguat 86,58 ppin atau 2,89 persen ke posisi 3.087,53, dan indeks Strait Times menguat 22,98 poin atau 0,25 persen ke 3.593,41./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Didi Max
Bursa

Perdagangan Berjangka : Didimax Broker Terbaik Menjadi Pilihan Banyak Trader

JAKARTA, Bisnistoday - Dalam dunia perdagangan berjangka, memilih broker terbaik Indonesia merupakan...

GEDUNG BEI
Bursa

Penguatan Pasar Sangat Dipengaruhi Sentimen Isu Makro Ekonomi Global pada Semester II 2026

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai setelah fase rebound,...

Rully Arya Wisnubroto
Bursa

Mirae Asset Sekuritas: Investor Tetap Perlu Cermati Tantangan Domestik

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan global...

Bursa

Intercontinental Exchange dan OKX Bentuk Joint Venture, Jembatani Pasar Aset Tradisional dan Digital

JAKARTA, Bisnistoday - Intercontinental Exchange (NYSE: ICE) dan OKX mengumumkan pembentukan joint...