JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (09/08) ditutup menguat 61,87 poin ke posisi 7.257,00. Sementara indeks LQ45 naik 9,22 poin ke posisi 908,13. Penguatan dipimpin oleh saham sektor bahan baku.
Penguatan didukung oleh rilis Bank Indonesia (BI) yang menyatakan bahwa data Indeks Penjualan Riil (IPR) periode Juni 2024 meningkat 2,70 persen dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut sejalan dengan momentum Idul Adha dan libur sekolah sehingga mendorong kenaikan permintaan.
Dengan kenaikan IPR tersebut, tentunya ini memberikan indikator bahwa daya beli masyarakat terjaga dan memberikan katalis positif untuk pasar.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebelas atau semua sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku sebesar 1,62 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor infrastruktur yang masing- masing naik sebesar 1,12 persen dan 0,85 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SULI, HELI, BIPI, HUMI dan TLKM. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SOTS, JMAS, MAIN, KOBX dan MEJA.
Baca juga:Awal Pekan IHSG Menguat, Rupiah Melemah
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 821,458 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 14,32 miliar lembar saham senilai Rp7,92 triliun. Sebanyak 325 saham naik, 209 saham menurun, dan 248 tidak bergerak nilainya.
Rupiah Merosot
Semenyara itu, kurs rupiah terhadap dolar AS ditutup merosot di tengah ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga Amerika Serikat (AS).
Pada akhir perdagangan Jumat (09/08), rupiah melemah 31 poin menjadi Rp15.925 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.894 per dolar AS.
“Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan AS masih bertahan,” kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra seperti dikutif Antara.
Menurut survei CME Fed Watch Tool, pasar sudah 100 persen berekspektasi bank sentral AS atau The Fed akan memangkas suku bunganya di rapat bulan September 2024.
Pelaku pasar memperkirakan besaran penurunan suku bunga AS berada di kisaran 25 basis poin hingga 50 basis poin.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat naik ke level Rp15.914 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.952 per dolar AS./








































