www.bisnistoday.co.id
Tuesday , 23 June 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Akhir Pekan IHSG Merosot, Kurs Rupiah Menguat
Bursa

Akhir Pekan IHSG Merosot, Kurs Rupiah Menguat

IHSG melemah
IHSG)pada perdagangan akhir pekan, Jumat (07/06) diitutup merosot
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (07/06) ditutup merosot 76,94 poin ke posisi 6.897,95. Sementara indeks LQ45 turun 8,17 poin ke posisi 883,92.

Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya menyebut, minimnya sentimen positif membuat pergerakan IHSG hingga saat ini cenderung terkonsolidasi.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2024 sebesar 139 miliar dolar AS, atau meningkat dibandingkan dengan posisi akhir April 2024 yang sebesar 136,2 miliar dolar AS.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Dari mancanegara, pada pertemuan 18 September 2024, pasar melihat kemungkinan The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps), sehingga target suku bunga menjadi 5,00 sampai 5,25 persen, kemudian, The Fed akan sekali lagi menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,75 sampai 5,00 persen pada pertemuan 18 Desember 2024.

Dari Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin untuk pertama kalinya sejak 2019 dari level tertingginya sebesar 4,5 persen, suku bunga utama diturunkan menjadi 4,25 persen, suku bunga fasilitas simpanan menjadi 3,75 persen, dan suku bunga pinjaman marjinal menjadi 4,5 persen.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor meningkat yaitu dipimpin sektor kesehatan yang naik sebesar 1,20 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor properti yang masing- masing naik sebesar 0,60 persen dan 0,33 persen.

Sedangkan, tujuh sektor terkoreksi yaitu sektor keuangan turun paling dalam minus 1,35 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor infrastruktur yang masing-masing minus sebesar 1,31 persen dan 1,12 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PEGE, NASI, IDEA, PTPS, dan BSML. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni AKSI, ATLA, PEVE, SURI dan FREN.

Baca juga: Awal Pekan IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 815.069 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 12,77 miliar lembar saham senilai Rp8,45 triliun. Sebanyak 232 saham naik 309 saham menurun, dan 240 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 19,60 poin atau 0,05 persen ke 38,683,89, indeks Hang Seng melemah 109,85 poin atau 0,59 persen ke 18.366,94, indeks Shanghai menguat 2,48 poin atau 0,08 persen ke 3.051,28, dan indeks Strait Times melemah 0,04 poin atau 0,00 persen ke 3.330,77.

Rupiah Menguat

Sementara di pasar uang, kurs rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat setelah klaim awal pengangguran Amerika Serikat (AS) atau US Initial Jobless Claims lebih tinggi dari perkiraan.

Pada akhir perdagangan Jumat, kurs rupiah menguat 67 poin atau 0,42 persen menjadi Rp16.196 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.263 per dolar AS.

“Data US Initial Jobless Claims lebih tinggi dari perkiraan untuk pekan yang berakhir pada 31 Mei 2024,” kata Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede seperti dikutif Antara.

Initial Jobless Claims naik menjadi 229 ribu dari 221 ribu pada pekan sebelumnya, menyiratkan pasar tenaga kerja AS yang lebih longgar.

Investor saat ini cenderung menunggu lebih banyak indikator pasar tenaga kerja AS, yang akan dirilis hari ini, untuk menilai jalur kebijakan moneter bank sentral AS atau The Fed ke depan.

Selain itu, sentimen risk-on muncul kembali di pasar Asia setelah salah satu indikator pasar tenaga kerja AS, ADP Employment Change, mencatatkan angka yang lebih rendah dari perkiraan. Data tersebut membawa harapan bahwa pasar tenaga kerja AS telah melemah.

Rupiah terdampak oleh sentimen tersebut dan terapresiasi sebesar 0,15 persen ke level Rp16.260 per dolar AS pada Kamis.

Investor asing terus mencatatkan net outflow di pasar saham Indonesia pada Kamis (6/6). Investor asing mencatat net outflow sebesar 36,44 juta dolar AS, namun IHSG masih naik 0,39 persen menjadi 6,975.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat menguat ke level Rp16.218 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.279 per dolar AS./

Archives

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Trading Saham
BursaHEADLINE NEWS

Investor Asing Mulai Berani Masuk Selektif ke Saham Perbankan

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (17/6) kemarin...

Ilustrasi pergerakan saham (dok:Unsplash/jakub Żerdzicki)
Bursa

Dampak Perdamaian AS Iran: Harga Minyak Turun, Saham Naik

JAKARTA, Bisnistoday –Kesepakatan AS-Iran untuk mengakhiri perang berdampak pada melonjaknya harga saham...

IHSG ditutup menguat
Bursa

Aksi Selektif Saham Murah, IHSG Kembali Menguat Signifikan

JAKARTA, Bisnistoday – Relatif rendahnya saham yang berfundamental meyakinkan, dengan harga yang...

Saham AS
BursaHEADLINE NEWS

Pasar Saham Masih Dibayangi Risiko Tinggi Walau Ada Upaya Dongkrak Carry Rupiah

JAKARTA, Bisnistoday – Pelaku pasar memperhatikan serius tawaran pemerintah dalam hal ini...