MEDAN, Bisnistoday – Medan Fashion Trend (MFT) 2026 diselenggarakan pada akhir Juli 2026 di Delipark Medan sebagai bagian dari rangkaian Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026.
Mengangkat tema “Circular Fashion Movement: From Invisible to Iconic”, Medan Fashion Trend 2026 menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan desainer, pelaku UMKM, perajin wastra, akademisi, komunitas kreatif, dunia usaha, dan pemerintah dalam membangun industri fashion yang berkelanjutan, inovatif, dan berdaya saing.
Event ini menggambarkan perjalanan karya-karya lokal yang selama ini belum banyak dikenal (invisible) untuk berkembang menjadi karya yang memiliki identitas kuat, bernilai ekonomi tinggi, dan mampu menjadi ikon fashion Indonesia (iconic).
Semangat Circular Fashion Movement juga menegaskan pentingnya pemanfaatan wastra lokal secara berkelanjutan, inovasi desain, efisiensi penggunaan material, serta kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi pertumbuhan industri fashion masa depan.
Medan Fashion Trend menghadirkan rangkaian kegiatan yang memadukan kreativitas, edukasi, dan pengembangan industri, mulai dari Fashion Parade, Fashion Exhibition, Talk Show, Workshop, Kids Fashion Competition, hingga Fashion Design Competition.
Sebanyak 521 karya busana ditampilkan oleh 43 desainer bersama 120 emerging designer, menampilkan beragam interpretasi modern terhadap kekayaan wastra Nusantara, khususnya Sumatera Utara.
Karya-karya tersebut menunjukkan bahwa warisan budaya dapat terus berkembang melalui kreativitas dan inovasi tanpa kehilangan nilai autentiknya. Selain menjadi panggung kreativitas, Medan Fashion Trend juga menjadi ruang edukasi mengenai pentingnya fashion berkelanjutan.
Dahnila Nasution, selaku Ketua Indonesia Fashion Chamber (IFC) Chapter Medan, menyampaikan bahwa Medan Fashion Trend merupakan langkah nyata dalam membangun ekosistem fashion Sumatera Utara yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Kami ingin Medan Fashion Trend menjadi platform yang mampu melahirkan talenta-talenta baru, memperkuat daya saing UMKM fashion, sekaligus mengangkat kekayaan wastra Sumatera Utara agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. Kolaborasi adalah kunci untuk membangun industri fashion yang terus bertumbuh,” ujarnya di Medan, beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Sofya Moureen, selaku Project Director Medan Fashion Trend 2026, menegaskan bahwa penyelenggaraan Medan Fashion Trend tidak hanya menghadirkan sebuah peragaan busana, tetapi juga menjadi gerakan bersama dalam membangun masa depan industri fashion Indonesia.
“Kami ingin menunjukkan bahwa karya-karya lokal yang selama ini belum banyak terlihat memiliki potensi luar biasa untuk menjadi ikon baru fashion Indonesia. Medan Fashion Trend hadir sebagai ruang kolaborasi bagi desainer, UMKM, akademisi, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menciptakan industri fashion yang kreatif, berkelanjutan, dan mampu bersaing di pasar global,” imbuhnya.
Medan Fashion Trend 2026 merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Indonesia Fashion Chamber (IFC), pemerintah daerah, sponsor, media, institusi pendidikan, pelaku UMKM, komunitas kreatif, para desainer, model, relawan, hingga seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap kemajuan industri fashion Sumatera Utara./E2










































