DEPOK, Bisnistoday – Bekerja sama dengan Sekolah Islam Terpadu (SIT Al Haraki sebagai school partner, AYIMUN Depok Chapter yang diselenggarakan pada 1-2 Agustus 2026 ini diikuti oleh 315 pelajar yang berasal dari 118 sekolah/universitas yang terdiri dari SD, SMP, SMA dan universitas di area Jabodetabek, Sukabumi, Sumatera Selatan, Magelang, Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, hingga Bali.
Tema AYIMUN Depok Chapter “Securing the Digital Future: Protecting Societies and Empowering the Next Generation” menjadi pengingat bahwa kita harus mempersiapkan generasi muda agar menjadi pribadi yang optimis dan siap menghadapi perubahan.
“Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh hard skills, tetapi yang lebih penting adalah soft skills. World Economic Forum menyebutkan beberapa keterampilan esensial yang akan sangat dibutuhkan dalam lima tahun ke depan, di antaranya kemampuan berpikir kritis, negosiasi, pemecahan masalah, kemampuan beradaptasi, kolaborasi, serta berbagai keterampilan abad ke-21 lainnya. Jadikan AYIMUN ini kesempatan bagi Anda untuk mengembangkan kemampuan dan membangun cita cita untuk membawa nama besar Indonesia di kancah dunia,”.ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Wakil Walikota Depok, Chandra Rahmansyah mengatakan bahwa melalui AYIMUN, siswa tidak hanya belajar menjadi delegasi sebuah negara, tapi juga belajar menjadi pimpinan masa depan yang mampu mendengarkan, menghargai perbedaan, membangun konsensus dan menyampaikan gagasan dengan tanggung jawab.
“Kemampuan inilah yang akan menjadi bekal penting dalam menghadapi persaingan global dan membawa nama baik Indonesia,” imbuhnya.
Di era digital saat ini, misinformasi dapat menyebar hanya dalam hitungan detik, kecerdasan buatan terus berkembang, ancaman siber semakin canggih, dan perbedaan pendapat dapat memecah belah masyarakat dalam waktu yang sangat singkat.
Tantangan terbesar kita bukan lagi sekadar memiliki akses terhadap informasi, melainkan mengetahui bagaimana cara mempertanyakannya, melakukan verifikasi, dan menggunakannya secara bertanggung jawab.
Karena itulah berpikir kritis menjadi firewall terkuat yang kita miliki. Empati / menjadi pertahanan kita terhadap kebencian di dunia maya. Kemampuan berkomunikasi menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai perbedaan.
“Kerja sama memungkinkan kita menyelesaikan berbagai tantangan global bersama-sama. Ketangguhan membuat kita mampu beradaptasi di dunia yang tidak pernah berhenti berubah. Semua itu bukan sekadar keterampilan akademik, melainkan keterampilan hidup. Melalui Model United Nations, kalian akan mengalami semua itu secara langsung.” Ungkap Presiden dari International Global Network, Muhammad Fahrizal.
Dalam konferensi ini, peserta berdiskusi dan merumuskan solusi terhadap berbagai isu global melalui dua council utama, yaitu UNICEF (United Nations International Children’s Emergency Fund) dengan tema “Ensuring Quality Education for Every Child” untuk siswa/i berusia 11-14 tahun dan UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime) dengan tema “Mitigating the Worst Impacts of Illicit Online Activities: Illegal Gambling and Cybercrime” untuk siswa/i berusia 15 tahun ke atas.
Pemenang dari konferensi ini akan mendapatkan beasiswa mengikuti Asia World Model United Nations XV yang akan diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center pada 2-5 Oktober 2026 mendatang./










































