www.bisnistoday.co.id
Senin , 18 Mei 2026
Home EKONOMI API Akan Modernisasi Mesin Tekstil untuk Penghematan Energi
EKONOMIEkonomi & Bisnis

API Akan Modernisasi Mesin Tekstil untuk Penghematan Energi

Direktur Eksekutif API Danang Girindrawardana (Foto: dokumen pribadi/IG)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mendukung berbagai kebijakan strategis pemerintah menyikapi masalah gejolak harga energi dunia. Namun, berbagai kebijakan penghematan energi tersebut dinilai belum menyentuh sektor industri, khususnya industri tekstil.

Direktur Eksekutif API Danang Girindrawardanafoto mengatakan industri tekstil sudah mempersiapkan modernisasi mesin-mesin produksi yang hemat energi bekerja sama dengan berbagai negara, bahkan sedang menjajaki peluang menggandeng India.

“Hal ini (modernisasi) perlu dukungan pemerintah, sebagai salah satu upaya untuk mempertahankan jutaan tenaga kerja di industri padat karya, tekstil dan garmen di Indonesia. Industri padat karya perlu dipertahankan untuk menuntaskan angka pengangguran yang semakin menaik setiap tahun,” kata Danang, Selasa, (7/4).

Danang menyampaikan salah satu program modernisasi di industri TPT adalah menyusun rencana kerjasama API dengan India ITME Society. India dikenal memiliki teknologi permesinan tekstil yang maju, sehingga diharapkan bisa sinergi dengan kepentingan pemerintah Indonesia dan industri TPT dalam negeri.

“Dukungan penghematan energi, selain roadmap pengurangan energi fosil, mesti dilakukan melalui upgrading teknologi permesinan juga, jadi perlu upaya besar untuk memperkuat kolaborasi antar negara di sektor tekstil,” tegasnya.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada Januari 2026 nilai ekspor produk tekstil Indonesia dengan dominasi sektor hilir. Ekspor pakaian jadi (konveksi) mencapai sekitar US$609,4 juta, jauh melampaui ekspor benang pintal yang tercatat sebesar US$78,3 juta.

Kondisi ini menunjukkan bahwa produk dengan nilai tambah lebih tinggi seperti garmen tetap menjadi penopang utama kinerja ekspor tekstil nasional, sementara produk hulu seperti benang pintal berperan sebagai bagian penting dalam mendukung keberlanjutan rantai pasok industri tekstil secara keseluruhan.

Dalam waktu dekat, API akan bersama sama delegasi India ITME society untuk membahas perkenalan dengan perusahaan-perusahaan terkemuka India di bidang mesin dan teknologi tekstil yang mencakup sektor spinning, weaving, processing, dyestuff & chemicals, digital printing, technical textiles, hingga sportstech.

“Hal ini adalah peluang untuk menjajaki potensi peningkatan kerjasama antara Indonesia dengan India di sektor tekstil dan produk tekstil,” kata Danang.

Indonesia dengan basis manufaktur tekstil yang kuat serta kemampuan ekspor yang terus berkembang, memiliki sinergi yang sangat baik dengan keunggulan India di bidang rekayasa dan teknologi tekstil. Kolaborasi ini diyakini akan membuka peluang besar dan berkelanjutan dalam memperkuat perdagangan bilateral, mendorong inovasi, serta membangun ekosistem industri tekstil Asia yang lebih kompetitif.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

David Beckham dan istrinya Victoria (dok: Instagram)
EKONOMISport & Health

David Beckham Jadi Atlet Miliarder Pertama Inggris

JAKARTA, Bisnistoday - Mantan bintang sepak bola Manchester United dan Timnas  Inggris,...

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Ekonom Soroti “Ongkos Pertumbuhan” di Balik Ekonomi 5,61 Persen

JAKARTA, Bisnistoday - Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada Triwulan I-2026...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Presiden Sebut KDKMP Dorong Kemandirian Ekonomi Desa

NGANJUK, Bisnistoday - Presiden Prabowo meresmikan operasionalisasi 1061 Koperasi Desa/Merah Putih (KDKMP)...

Ekonomi & Bisnis

Kemenkop Dorong Akses Pasar Koperasi Indonesia Jajaki Kerja Sama dengan Importir Korea

JAKARTA, Bisnistoday - Dalam kegiatan Smart Factory INNOBIZ Korea di COEX, Seoul,...