www.bisnistoday.co.id
Minggu , 7 Juni 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis ASEAN Bahas Tarif AS, Mendag Tegaskan Indonesia Tempuh Jalur Diplomasi dan Negosiasi
Ekonomi & Bisnis

ASEAN Bahas Tarif AS, Mendag Tegaskan Indonesia Tempuh Jalur Diplomasi dan Negosiasi

Mendag Bahas kebijakan tarif AS di ASEAN
MENDAG Budi Santoso./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menyampaikan, Indonesia berkomitmen untuk menempuh jalur diplomasi dan negosiasi, merespons penerapan tarif unilateral Amerika Serikat (AS). Pemerintah Indonesia memilih pendekatan ini untuk mencari solusi yang saling menguntungkan. Menurut Mendag Budi, pemberian tarif balasan akan mengeskalasi situasi dan hanya akan merugikan masyarakat serta negara-negara yang terlibat.

Pernyataan dimaksud disampaikan Mendag Budi Santoso di Pertemuan Khusus Para Menteri Ekonomi ASEAN (Special ASEAN Economic Minister Meeting). Pertemuan yang dilaksanakan secara daring, Kamis, (10/4), membahas kebijakan tarif baru AS. Kebijakan tersebut diumumkan Presiden AS pada 2 April 2025 yang kemudian ditangguhkan implementasinya oleh Pemerintah AS pada 9 April 2025.

“Indonesia tetap berkomitmen penuh untuk menempuh jalur diplomasi dan negosiasi demi mencari solusi saling menguntungkan. Indonesia juga berkomitmen untuk berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan terkait, termasuk industri dalam negeri, asosiasi perdagangan, pakar ekonomi, dan organisasi perdagangan internasional untuk membangun posisi negosiasi yang komprehensif dan terpadu,” kata Mendag dalam pertemuan.

Mendag Busan turut memberikan masukan terkait sikap yang dapat diambil ASEAN sebagai satu kawasan yang solid. Menurutnya, ASEAN harus merespons ancaman dari berbagai hambatan perdagangan dengan tepat. Untuk itu, Mendag Busan menyarankan agar respons ASEAN berfokus pada upaya membangun kepercayaan diri tiap negara anggota, baik dari sudut pandang domestik maupun sebagai kawasan.

Hindari Tindakan Retaliasi

Beberapa upaya yang disampaikan Mendag Busan terkait tarif unilateral AS adalah pertama, menghindari tindakan retaliasi atau proteksionis. Selanjutnya, memperkuat komitmen ASEAN terhadap keterbukaan melalui reformasi nasional dan koordinasi regional. Upaya ketiga, memastikan ASEAN menolak kesepakatan bilateral yang berpotensi mengikis persatuan antarnegara anggota. Berikutnya, terus mengupayakan kerja sama dengan semua mitra dagang ASEAN, termasuk memaksimalkan implementasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

“Indonesia mendukung hubungan ekonomi ASEAN-AS yang lebih kuat. Hal ini harus dapat kita lakukan dari posisi yang koheren secara regional dan secara strategis otonom. Hanya dengan persatuan dan kerja sama yang baik di antara negara ASEAN, suara ASEAN akan didengar dan dipertimbangkan, sebagaimana pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto dalam kunjungan ke Malaysia beberapa waktu yang lalu untuk mendukung ASEAN 2025 yang diketuai Malaysia,” kata Mendag Busan./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Jateng Pelopori Program Insersi Pendidikan Perkoperasian

SEMARANG, Bisnistoday — Pemerintah meluncurkan program Insersi Pendidikan Perkoperasian sebagai model pendidikan...

Mata uang AS, Dolar. (Unsplash/Niconor Brown)
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Dolar Bertahan di Level Tertinggi karena Konflik Terus Memanas

JAKARTA, Bisnistoday - Dolar bertahan di level tertinggi dalam dua bulan terakhir...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Bantuan Presiden Rp1,2 Triliun untuk Pemulihan UMKM Terdampak Bencana Sumatera

JAKARTA, Bisnistoday - Pemerintah menyiapkan anggaran Bantuan Presiden (Banpres) Rp1,2 triliun untuk...

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Neraca Perdagangan April 2026 Tetap Surplus, Ditopang Kenaikan Harga Ekspor Sejumlah Komoditas

JAKARTA, Bisnistoday - Kemendag menyatakan tren surplus neraca perdagangan untuk 72 bulan...