www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home HEADLINE NEWS Bali Interfaith Movement,  Ciptakan Harmoni Sosial dan Lingkungan
HEADLINE NEWS

Bali Interfaith Movement,  Ciptakan Harmoni Sosial dan Lingkungan

Social Media

DENPASAR, Bisnistoday – Antisipasi konflik sosial dan kerusakan lingkungan, Kementerian Agama Republik Indonesia, United in Diversity, dan Jaringan GUSDURian gelar agenda Bali Interfaith Movement yang berpuncak di Bali tanggal 14-15 Desember 2024.

Rangkaian agenda ini sebelumnya sudah diselenggarakan di 15 perguruan tinggi keagamaan negeri yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Puncak agenda ini dihadiri, salah satunya adalah inisiator utama Bali Interfaith Movement, Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA.

Menag menyampaikan dukungan penuh untuk lingkungan yang berkelanjutan. “Saya ingin memberikan dukungan penuh untuk inisiatif-inisiatif tentang lingkungan. Kita menggunakan bahasa agama. Kami mengembangkan religious diplomacy,” pesannya. Menag ingatkan bahwa jika bekerja dengan hati nurani maka semua pihak tidak akan tersekat-sekat.

Inisiator Bali Interfaith Movement lainnya, Alissa Wahid yang juga Direktur Jaringan GusDurian, menegaskan, kan bahwa Deklarasi Istiqlal menjadi kerangka kerja dan semangat dari kegiatan kolaborasi tersebut. Deklarasi Istiqlal, menurut Alissa, perlu terus digemakan dan menjadi inspirasi untuk semua umat.

Hal serupa disampaikan juga oleh Dirjen Bimas Islam, Prof. Kamaruddin Amin. Deklarasi Istiqlal merespons dua masalah, yaitu dehumanisasi dan krisis lingkungan.

“Semua pihak hendaknya terlibat dalam menanggulangi persoalan-persoalan ini. Dan, jajaran Ditjen Bimas di lingkungan Kemenag bersama tokoh lintas agama akan terus mengamplifikasi dan menggelorakan semangat deklarasi Istiqlal ini,” tegasnya.

Bali Interfaith Movement sebagai bagian dari Tri Hita Karana Universal Reflection Journey menurut Dr. Suyoto M.Si dari United in Diversity membawa pada situasi global sebagai konteks yang tak terpisahkan dari situasi nasional. Gaung untuk membangun harmoni dan merawat bumi menjadi hal yang sedang mengglobal.

Menurutnya, membangun kesadaran kolektif dan tindakan berkelanjutan bisa menggunakan pendekatan agama sebagai langkah transformasi yang berkelanjutan. (*)

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Industri Elektronik
HEADLINE NEWS

Triwulan III-2026, Industri Manufaktur Tumbuh 5,88 Persen

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,88 persen secara tahunan (year-on-year/yoy)...

Pameran SIAL
HEADLINE NEWS

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Bisnis Dan Akses Pasar Global Bagi Industri F&B

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 resmi dibuka hari...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

Potensi Arus Keluar Dana Asing hingga USD 11 Miliar Membayangi Pasar Saham

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai tekanan terhadap pasar...

Kabareskrim
HEADLINE NEWS

Bareskrim Ungkap Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden hingga Tokoh Politik

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengungkap dugaan praktik penyadapan telepon...