www.bisnistoday.co.id
Senin , 24 Agustus 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Bank Sentral AS Dikhawatirkan Naikkan Suku Bunga, Rupiah Tertekan
BursaBURSA & KORPORASI

Bank Sentral AS Dikhawatirkan Naikkan Suku Bunga, Rupiah Tertekan

RUPIAH MELEMAH: Pelaku pasar mengkhawatirkan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed) menaikkan tingkat suku bunga. Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antara bank di Jakarta, Senin (14/3) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Pelaku pasar mengkhawatirkan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed) menaikkan tingkat suku bunga. Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antara bank di Jakarta, Senin (14/3) ditutup melemah.

Kurs rupiah terhadap dolar AS melemah 32 poin ke posisi Rp14.333 per dolar AS dibandingkan posisi pentutupan perdagangan sebelumnya yang berada di Rp14.301 per dolar AS.

Analis Monex Investindo Futures, Faisal dalam kajiannya mengungkapkan, pada perdagangan kali ini dolar AS menguat di tengan ekspektasipasar terhadap kenaikan suku bunga AS oleh The Fed pada pekan ini.

Ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga menguat setelah inflasi konsumen AS melonjak pada Februari yang dirilis pada Kamis (10/3) lalu.

Saat ini pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya sebesar 25 basis poin pada 17 Maret 2022 dini hari, dengan peluang sebesar 94 persen berdasarkan CME FedWatch Tool.

Sementara itu serangan Rusia yang terus dilakukan di sejumlah wilayah Ukraina meningkatkan minat investor terhadap aset aman.\

Pada pekan lalu Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa ada pergerakan positif yang pasti di dalam negosiasi Rusia dengan Ukraina. Sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyadari perlu waktu dan kesabaran untuk mencapai kemenangan.

Pengeboman Rusia atas Ukraina terus berlangsung sepanjang minggu lalu yang telah berlangsung selama 16 hari terakhir dan konflik tersebut mengakibatkan susahnya jalur koridor kemanusiaan. Koridor kemanusiaan yang dibuka oleh Moskow hanyalah jalan yang menuju ke Rusia atau Belarus.

Sanksi internasional terus meningkat, dengan AS mengenakan larangan impor minyak mentah dan energi yang berhubungan dengan produk-produk dari Rusia yang efektif pada minggu lalu, sedangkan Eropa bergegas mencari alternatif untuk suplai gas mereka.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.309 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.309 per dolar AS hingga Rp14.348 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin melemah ke posisi Rp14.328 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.306 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

Asuransi BRI Life Raih Enam Penghargaan TADEA 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life meraih enam penghargaan dalam ajang...

PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025, serta melanjutkan pertumbuhan bisnis pada Semester I 2026. (dok: Ciputra Life)
BURSA & KORPORASI

Pertumbuhan Bisnis Ciputra Life Berlanjut di Semester I 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif...

Mirae Asset
Bursa

Pasar Kian Selektif, Mirae Asset Sekuritas Tingkatkan Layanan “Wealth Management”

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ruang penguatan pasar...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...