www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 6 Desember 2025
Home EKONOMI Belanja Negara Mesti Diawasi Ketat
EKONOMIEkonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Belanja Negara Mesti Diawasi Ketat

PRESIDEN JOKOWI saat menerima LHP atas LKPP 2022.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Kesejahteraan masyarakat dan stabilitas perekonomian Indonesia akan makin kokoh apabila belanja keuangan negara tepat sasaran. Untuk itu, seluruh pihak untuk turut mengawal akuntabilitas dan kualitas belanja keuangan negara.

Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LKPP Tahun 2022 dan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2022 di Istana Negara, Jakarta, Senin, (26/6).

“Kalau ini bisa kita lakukan, kita bisa lebih efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkokoh stabilitas dan pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia maju yang kita cita-citakan,” kata Presiden.

Presiden Jokowi mengatakan, pengawalan tersebut perlu dilakukan sejak awal perencanaan hingga pelaksanaannya sehingga keluaran dari belanja negara betul-betul dirasakan oleh masyarakat.

“Setiap rupiah uang rakyat betul-betul harus kembali ke rakyat untuk membiayai yang dirasakan rakyat dan bukanlah untuk membiayai proses, ini yang hati-hati ya,” tuturnya.

Sejumlah Temuan

Presiden Jokowi menjelaskan, adanya sejumlah temuan terkait penggunaan keuangan negara yang tidak relevan dan tidak tepat sasaran. Presiden mengatakan bahwa anggaran tersebut dimaksudkan untuk pengembangan daerah, tetapi habis dialokasikan pada kegiatan birokrasi.

“Di beberapa provinsi maupun di kabupaten/kota, juga di pemerintah pusat, saya berikan contoh penyuluhan pertanian APBD provinsi, enggak usah saya sebut provinsi mana, tujuan untuk meningkatkan kualitas SDM pertanian, total anggaran 1,5 miliar (rupiah), 1 miliar (rupiah) untuk perjalanan dinas,” tambahnya.

Untuk itu, Presiden mendorong agar penggunaan anggaran belanja negara berfokus pada program unggulan pemerintah seperti penanganan kekerdilan atau stunting, pengentasan kemiskinan, maupun program-program lainnya. Selain itu, anggaran belanja negara juga dapat dialokasikan untuk belanja produk dalam negeri.

“Itu pun harus membeli produk-produk dalam negeri yang sudah bolak-balik juga kami sampaikan, membeli produk-produk UMKM, agar UMKM bisa naik kelas,” tutur Presiden./Setpres/

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Ekonomi & Bisnis

Satu Dekade di Indonesia, Inovasi Digital Shopee Menjadi Rumah bagi Bisnis Lokal

JAKARTA, Bisnistoday – Perusahaan e-commerce Shopee bersiap merayakan satu dekade kehadirannya di...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop dan Timor Leste Kembangkan Kerja Sama Koperasi

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menerima kunjungan tamu kehormatan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pemerintah Gandeng Deltras FC Kembangkan UMKM di Stadion Sidoarjo

SIDOARJO, Bisnistoday — Kementerian UMKM menggandeng Deltras FC menjajaki kolaborasi untuk mengembangkan...

Ekonomi & Bisnis

Menjawab Tantangan Jalan Indonesia, VinFast Hadir dengan Teknologi EV yang Lebih Aman

BOGOR, Bisnistoday - VinFast terus memperkuat kehadirannya di Indonesia tidak hanya melalui...