www.bisnistoday.co.id
Saturday , 28 January 2023
Home OPINI Gagasan Belum Ada Afirmasi Kebijakan Kongkrit untuk Pengembangan Usaha Mikro
GagasanOPINI

Belum Ada Afirmasi Kebijakan Kongkrit untuk Pengembangan Usaha Mikro

Suroto, Ketua Umum AKSES
Social Media

Oleh Suroto, Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES)

PERSOALAN serius usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia ini adalah soal regulasi dan kebijakan.  Belum ada affirmative action policy dari pemerintah yang kongkrit. Selama ini yang ada masih hanya slogan saja.

Sebut misalnya soal akses kredit, selama ini ternyata dari program inklusi keuangan yang didorong melalui berbagai regulasi dan kebijakan oleh Pemerintah tetap saja yang banyak diuntungkan adalah bankir dan makelar program.

Akses kredit perbankkan tak mampu menjangkau mereka (pelaku UMKM). Padahal mereka  jumlahnya paling banyak di Indonesia. Berdasarkan data pelaku UMKM sebanyak 64 juta atau 99,8 persen dari jumlah pelaku usaha. Realisasinya dari total rasio kredit yang ada tahun 2020 untuk mereka hanya 3 persen.

UMKM sampai hari ini masih saja jadi korban dari rentenir yang mengenakan bunga tinggi hingga 10-30 persen per bulan. Nilai tambah ekonomi mereka tersedot habis dan pada akhirnya tidak mampu ciptakan dana cadangan untuk reinvestasi bagi pengembangan usaha mereka.

Seharusnya bank Himbara atau bank BUMN bisa dipaksa oleh regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI). Kenapa tidak dikeluarkan kebijakan untuk bank menyalurkan kredit untuk usaha mikro misalnya minimal 60 persen. Lalu dibuat sanksi yang jelas dan tegas.

Kredit program untuk usaha mikro yang ada terutama KUR (Kredit Usaha Rakyat) juga tidak sampai pada mereka. Padahal ada komponen subsidi bunga hingga 10 persen dan juga penjaminan kalau macet dari uang  permerintah yang di tempatkan di dua lembaga BUMN penjamin kredit Jamkrindo dan Askrindo hingga 80 persen. Padahal uang tersebut bersumber dari APBN atau uang masyarakat kecil pembayar pajak.

Saya melihat bank BUMN sudah kehilangan misi “goverment service obligation” sebagaimana tertuang dalam UU BUMN. Ini artinya bank-bank BUMN sudah kehilangan relevansinya sebagai agen pembangunan. Tidak layak untuk mendapatkan fasilitas kebijakan.

Pembentukkan Holding Ultra Mikro yang baru diteken PP nya oleh Presiden tanggal 2 Juli 2021 lalu juga kami tengarai hanya akan jadi akal akalan dari bankir yang akan memainkan isu membantu usaha mikro untuk tujuan pengejaran profitabilitas mereka.

Pemerintah selama ini juga diskriminatif terhadap lembaga keuangan non bank yang dikembangkan oleh masyarakat dalam bentuk Lembaga Keuangan Mikro seperti Koperasi, BMT, KPD dan lain-lain. Mereka sengaja dikerdilkan dengan tidak di-design untuk berkembang baik kelembagaannya. Sebut saja misalnya tanpa ada Lembaga Penjaminan Simpanan ( LPS), tidak ada dana penempatan, modal penyertaan, subsidi bunga, penjaminan pinjaman dan bahkan talangan (bailout) ketika kesulitan likuiditas. Selama ini semua kebijakan ini hanya diberikan kepada bank.

Hal ini akhirnya berdampak pada kemampuan mereka untuk melayani masyarakat UMKM yang ada. Mereka  yang sudah tidak punya akses kredit ke perbankkan terpaksa harus menerima pinjaman dengan suku bunga tinggi.

Selain isu akses permodalan di atas, pemerintah selama ini terutama Kementerian Koperasi dan UKM serta kementerian teknis terkait lainya tidak benar-benar serius untuk membuat terobosan kebijakan program. Dari dulu hanya berputar putar menghabiskan anggaran untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan yang formalistik dan tidak menjangkau kebutuhan mereka.

Padahal kalau mereka diberikan semacam kebijakan trade-off untuk mendukung pengembangan industri rumah tangga, pembentukan joint factory, insentif pajak, dan lainna lakan langsung dapat mendorong peningkatan usaha mereka tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.

Masa Pandemi ini harusnya jadi kesempatan emas untuk pemerintah berfokus pada usaha mikro dan kecil ini. Selain keselamatan jiwa, saat ini ekonomi rakyat harus tetap jalan./

Archives

Bisnistoday - Inspire Your Business

Pertamina is The Energy

Semangat Bangkit

PT Waskita Karya Tbk

Terserah Kamu

Sorotan Bisnistoday

Bisnistoday - Inspire Your Business

Jasa Marga Raih Emiten Terbaik Dalam Ajang Bisnis Indonesia Award 2022

Related Articles

GagasanOPINI

MenkopUKM Hanya Gertak Sambal Bubarkan Koperasi Abal-Abal

PERNYATAAN Menteri Koperasi Dan UKM, Teten Masduki beberapa waktu lalu soal maraknya...

GagasanHEADLINE NEWSOPINI

Gas Bumi Bernilai Tambah Dalam Transisi Energi

Pemanfaatan gas bumi sebagai jembatan transisi energi dan untuk mendorong pengembangan industri...

GagasanOPINI

Perpanjangan Jabatan Kades Makar Terhadap Konstitusi

Usulan tentang perpanjangan masa jabatan kepala desa menjadi 9 tahun semakin menuai...

GagasanOPINI

Melawan “Welfare State”

PADA 12 Januari 2023 lalu Blok Politik Pelajar (BPP) dan LSM Lokataru...