www.bisnistoday.co.id
Jumat , 10 April 2026
Home EKONOMI Berapa Lama Israel dapat Bertahan Perang Melawan Iran?
EKONOMI

Berapa Lama Israel dapat Bertahan Perang Melawan Iran?

Konflik di Gaza serta serangan ke Lebanon dan Suriah, membuat kemampuan ekonomi negeri zionis ini dipertanyakan.

Serangan Iran
SERANGAN Israel-AS resmi ke Iran dimulai./ant/
Social Media

JAKARTA-Bisnistoday: Para pengamat memprediksi perang AS-Israel melawan Iran bakal berkepanjangan. Menurut Presiden AS Donald Trump itu tidak jadi masalah. Ia yakin militernya memiliki kapasitas untuk melakukan pertempuran jangka panjang. Namun, tidak demikian halnya dengan Israel.

Konflik di Gaza serta serangan ke Lebanon dan Suriah, membuat kemampuan ekonomi negeri zionis ini dipertanyakan. Apalagi jika perang dengan Iran berkepanjangan. Berapa lama mereka mampu bertahan?

Sejak menyerang Iran pada Sabtu (28/2/2026) lalu, Israel telah mendapat serangan balik rudal dan drone berulang kali. Hal ini memaksamereka menutup sekolah dan memobilisasi puluhan ribu pasukan cadangan.

Kota-kota seperti Haifa dan Tel Aviv telah menghadapi serangan berkelanjutan, layanan darurat kewalahan, dan masyarakat yang tidak terbiasa dengan perang dalam skala besar, panik mencari perlindungan.

Aljazeera mewartakan, untuk saat ini antusiasme terhadap perang sangat tinggi. Wawancara dengan warga Israel di sebagian besar kota besar umumnya antusias, kecuali kelompok sayap kiri.

“Begitu perang dimulai, Israel dilanda gelombang militerisme,” kata ekonom politik Israel, Shir Hever.

“Bahkan para kritikus perang – yang jumlahnya sedikit – menyarankan agar [Perdana Menteri Israel] Netanyahu mempercepat memenangkan perang ini. Mereka seolah yakin.”

Dukungan terhadap perang adalah bagian dari apa yang banyak orang anggap sebagai radikalisasi masyarakat Israel. Para politisi sayap kanan yang sebelumnya terpinggirkan kini telah masuk ke pusat pemerintahan.

Hal ini menimbulkan polarisasi politik dan tekanan ekonomi mempercepat gelombang kaum muda keluar meninggalkan negara tersebut.

Mereka yang tetap tinggal sudah terbiasa menganggap Iran sebagai musuh utama negara mereka.

“Ini seperti serangan udara Inggris pada Perang Dunia II,” kata Daniel Bar-Tal, seorang akademisi di Universitas Tel Aviv.

“Inggris menerima pemboman ini karena mereka melihat diri mereka sebagai pihak yang memerangi Nazi. Orang Israel memiliki perasaan yang sama.”

Ongkos militer

Akan tetapi, di luar dampak sosial, Israel juga harus mempertimbangkan perhitungan militer jika perang berlanjut.

Yang paling mendesak adalah menentukan berapa lama mereka dapat mempertahankan tingkat peperangan saat ini. Apalagi melawan musuh dengan skala dan kekuatan militer seperti Iran.

“Apakah pertahanan Israel akan habis sebelum Iran,” kata analis pertahanan Hamze Attar.

“Dalam tiga hari pertama perang, Iran meluncurkan lebih dari 200 rudal balistik ke Israel,” katanya kepada Al Jazeera.

“Selama perang 12 hari yang terjadi Juni lalu, mereka meluncurkan sekitar 500 rudal. Serangan itu memaksa Israel membalas dengan meluncurkan roket pencegat. Jadi, tanpa bantuan AS, Israel mungkin sudah kehilangan kendali atas wilayah udaranya sekarang.”

Israel mulai kekurangan stok roket pencegat selama perang 12 hari. Hal ini menunjukkan bahwa akan semakin sulit untuk mempertahankan tingkat pencegatan yang tinggi jika perang berlanjut dalam jangka waktu yang lama.

Hal ini akan menyebabkan penjatahan amunisi dan fokus pada pertahanan target militer dan pemerintahan. Ini berpotensi menyebabkan lebih banyak jatuhnya korban sipil.//

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Apresiasi Pemkab Mimika Bangun Kopdes Atuka Pakai APBD

MIMIKA, Bisnistoday – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengapresiasi inisiatif  Pemerintah Kabupaten...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pemerintah Buka Impor Bahan Baku Plastik Dari Negara Non Timur Tengah

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian UMKM dan Kementerian Perindustrian segera mengimpor bahan baku...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

API Akan Modernisasi Mesin Tekstil untuk Penghematan Energi

JAKARTA, Bisnistoday - Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mendukung berbagai kebijakan strategis pemerintah...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop dan MUI Kerja Sama Strategis Pemberdayaan Ekonomi Umat

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Koperasi dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi menjalin...