www.bisnistoday.co.id
Minggu , 16 Agustus 2026
Home METRO Jakarta Region Betonisasi Waduk di DKI Jakarta Hilangkan Fungsi Ekologis
Jakarta RegionMETRO

Betonisasi Waduk di DKI Jakarta Hilangkan Fungsi Ekologis

pekerja konstruksi
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday-Dalam rangka program penanggulangan banjir, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran Rp 5,297 triliun yang akan dikerjakan selama tiga tahun dari 2020 hingga 2022.

Selama tiga tahun program penanggulangan banjir, terdapat tujuh proyek yang akan dikerjakan, diantaranya adalah pembangunan polder pengendalian banjir; revitalisasi pompa pengendali banjir; pembangunan waduk pengendali banjir; peningkatan kapasitas sungai dan drainase kali kewenangan kementerian; pembangunan tanggul pengaman pantai/NCICD-A; pembangunan vertikal drainase; serta sistem informasi penunjang banjir (Flood Supporting Information Syistem).

Salah satu proyek besar dari tujuh program penanggulangan banjir adalah pembangunan enam waduk atau situ senilai Rp 880,2 miliar, dimana sebesar Rp 365,2 miliar untuk melanjutkan program pengadaan lahan, dan Rp 515 miliar untuk konstruksi waduk.

Rencana pembangunan enam situ atau waduk yakni; waduk brigif, waduk pondok ranggon, waduk lebak bulus, waduk cimanggis, waduk rambutan, dan waduk sunter selatan.

Menanggapi rencana pembangunan enam situ atau waduk di DKI Jakarta tersebut Sekretars Jendral Koalisi Perkotaan Jakarta (Jakarta Urban Coalition) Ubaidillah mengatakan program pembangunan situ dalam rencana tiga tahun kedepan agar supaya benar-benar berfungsi secara ekologis tidak hanya sebagai pengendali banjir.

“Tidak hanya sebagai pengendali banjir tetapi memiliki sirkulasi air dan daur hidrologi yang baik, menyerap kedalam tanah sebagai cadangan air tanah, agar permukaan air tanah dan permukaan tanah stabil, bisa menjadi sumber air baku dan sebagianya.”

Ubaidillah

Ubaidillah dalam keteranganya di Jakarta, Jumat (2/10) mengatakan, pembangunan atau revitalisasi badan-badan air yang dilakukan betonisasi belakangan ini telah menghilangkan fungsi-fungsi ekologis.

Seperti pada waduk atau situ yang dilakukan betonisasi misalnya, Ubaidillah meragukan mampu memotong 20% debit air dari aliran sungai. Pasalnya danau, waduk atau situ yang dlakukan betonisasi ibarat air di dalam bak yang tidak ada sirkulasi.

“Oleh karena itu program pembangunan situ dalam rencana tiga tahun kedepan agar supaya berfungsi secara ekologis, jangan dilakukan betonisasi”, tutup Ubaidillah./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Agus Lamun
Jakarta Region

Tren Pedagang dan Pelayanan di Pasar Induk Kramat Jati Terus Meningkat

JAKARTA, Bisnistoday - Pedagang yang berada di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta...

Sta Angke
Jakarta Region

Kereta Commuter Line Dukung Optimalisasi Konektivitas Menuju Kepulauan Seribu

JAKARTA, Bisnistoday- PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui Commuter Liner mendukung rencana...

LRT JAkarta
Jakarta Region

Agustus Beroperasi, Waskita Karya Finalisasi Penyambungan Rel LRT Jakarta Velodrome-Manggarai

JAKARTA, Bisnistoday - Penyelesaian konstruksi Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B...

Gub Pramono
HEADLINE NEWSJakarta Region

Beroperasi Agustus 2026, Gubernur Pramono Pantau Proyek LRT Jakarta Rute Velodrome-Manggarai

JAKARTA, Bisnistoday - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung didampingi Direktur Utama Jakarta...