www.bisnistoday.co.id
Selasa , 22 September 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Broker Properti Mesti Miliki Sertifikat
Ekonomi & Bisnis

Broker Properti Mesti Miliki Sertifikat

MENTERI PERDAGANGAN, Zulkifli Hasan, di Jakarta./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyatakan akan memperkuat ekosistem jasa perdagangan properti di Indonesia. Salah satunya melalui pengembangan jasa perantaraan perdagangan properti (broker properti) agar lebih profesional, di antaranya melalui peningkatan kapasitas dan sertifikasi.

Untuk itu, Kementerian Perdagangan akan menyempurnakan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor Nomor 51 Tahun 2017 tentang Perusahaan Perantara Perdagangan Properti. Pemerintah meyakini kebangkitan properti akan mendorong kebangkitan perekonomian nasional.

Hal ini ditegaskan Mendag Zulkifli Hasan dalam pembukaan “The Biggest Real Estate Summit 2023” pada Kamis, (9/11) di Jakarta. Hadir pada acara ini Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Lukas Bong. Turut mendampingi Mendag Zulkifli Hasan yaitu Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto.

“Saat ini kewajiban memiliki dua orang tenaga ahli tidak kompetitif dan berdaya saing pasca imlementasi Undang-undag Cipta Kerja. Oleh karena itu pemerintah tengah menyusun revisi Permendag 51 Tahun 2017 untuk mendorong peningkatan profesionalisme broker properti melalui sertifikasi kompetensi dengan meminta masukan dari asosiasi, termasuk jasa perantaraan perdagangan properti,” ujar Mendag Zulkifli Hasan.

Dalam sambutannya, Mendag Zulkifli Hasan menekankan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian para pelaku jasa perantaraan perdagangan properti, di antaranya terkait pencegahan tindak pidana pencucian uang (TPPU), pemberantasan mafia tanah, peningkatan kompetensi melalui sertifikasi kompetensi, serta penerapan konsep smart city dan green building.

“Kemendag mendukung penuh agar bisnis sektor properti cepat pulih dan menghasilkan banyak keuntungan. Ini merupakan tugas pemerintah karena dengan pelaku usaha yang mendapat keuntungan maka pajak yang disetor semakin banyak dan jumlah pegawai meningkat. Tugas pemerintah membuat ekosistem di berbagai bidang usaha agar negara maju,” terang Mendag Zulkifli Hasan.

Situasi Konflik Global

Dalam sambutannya, Mendag Zulkifli Hasan juga menyampaikan, saat ini dunia sedang tidak baik- baik saja, khususnya dalam bidang ekonomi. Salah satu penyebabnya adalah kondisi geo politik perang Rusia-Ukraina ditambah Israel-Palestina yang masih berkecamuk.

Akibatnya, harga energi dan pangan dunia semakin meningkat. Hal ini diperparah dengan perubahan iklim yang tidak menentu yang berakibat mundurnya musim tanam dan masa panen sehingga harga pangan semakin meningkat.

Namun, lanjut Mendag Zulkifli Hasan, di tengah situasi tersebut neraca perdagangan Indonesia tetap mempertahankan tren surplus sejak Mei 2020 atau selama 41 bulan berturut-turut. Pada Januari-September 2023 surplus mencapai USD 27,75 miliar. Selain itu, ekonomi Indonesia juga tetap tumbuh 4,94 persen pada Triwulan III-2023.

“Ini harus disyukuri dan mudah-mudahan pelaku jasa properti semakin tumbuh dan semakin untung,” tambah Mendag Zulkifli Hasan./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pameran Halal
Ekonomi & Bisnis

Halal Indo 2026 Segera Digelar di Convention Exhibition BSD City Tangerang

JAKARTA, Bisnistoday- Kemenperin segera menggelar Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo)...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

LPDB Koperasi Hadirkan Coaching Clinic Pembiayaan di Borobudur Expo 2026 

MAGELANG, Bisnistoday - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menghadirkan layanan Coaching...

Ekonomi & Bisnis

Ekonom UNISBA: Listrik Stabil Jadi Fondasi Operasional Bisnis dan Penggerak Ekonomi Masyarakat

BANDUNG, Bisnistoday  - Ketersediaan listrik yang stabil menjadi salah satu faktor penting...

Menperin
Ekonomi & Bisnis

Industrial Festival 2026 Menjadi Wadah Edukasi, Kolaborasi, dan Eksplorasi industri 

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perindustrian menyelenggarakan Industrial Festival 2026 sebagai wadah edukasi,...