www.bisnistoday.co.id
Selasa , 25 Agustus 2026
Home EKONOMI Butuh Strategi Optimalkan Digitalisasi Zakat Infag, Sedekah dan Wakaf
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Butuh Strategi Optimalkan Digitalisasi Zakat Infag, Sedekah dan Wakaf

Transaksi Digital
PARA NASABAH Perbakan Waspada Kejabatan Siber./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Beberapa tahun mendatang, dibutuhkan strategis untuk memaksimalkan potensi digitalisasi dalam menggalang Dana sosial Islam, ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf).

Dalama keterangan INDEF, di Jakarta baru-baru ini, penggalangan dana sosial Islam, ZISWAF dipandang masih mengalami kesulitan dalam pengumpulannya sehingga belum mampu mencapai titik potensialnya. 

Ketua Baznas, Prof. KH Noor Achmad, menyebutkan potensi zakat Indonesia diestimasikan sebanyak Rp 327 triliun dengan target pengumpulan zakat nasional 2022 mencapai Rp26 triliun (Oebaidillah, 2022). 

Salah satu penyebab sulitnya pengumpulan zakat adalah jalur pembayaran zakat masyarakat Indonesia yang masih didominasi dengan pembayaran melalui jalur informal seperti masjid, pengemis, tetangga, dan lainnya yang dikarenakan kurangnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola lembaga amil zakat.

Di sisi lain, digitalisasi memberikan kemudahan dan efisiensi dari berbagai segi, misalnya kemudahan transaksi, tenaga, biaya, prosedur,dan lain-lain. Dari masa ke masa, Indonesia telah mengikuti perkembangannya, walaupun faktor geografis masih menjadi penghalang. 

Di era modern ini, penerapan teknologi digital sudah semakin merata di banyak sektor mulai dari pendidikan, perdagangan, kesehatan, perbankan. Digitalisasi memiliki potensi yang sangat besar untuk membantu mengatasi isu utama dalam pengumpulan dana sosial Islam. 

Sebagai salah satu contoh, pengumpulan ZISWAF di tahun 2021 oleh LinkAja Syariah mengalami peningkatan transaksi sebesar lebih dari 780%. 

Rumah Zakat merupakan mitra lembaga donasi LinkAja sejak tahun 2019, dan di tahun 2021, penghimpunan donasi LinkAja Syariah melalui Rumah Zakat mengalami peningkatan transaksi sebesar lebih dari 520%, pengguna aktif sebesar lebih dari 610%, dan nilai donasi sebesar lebih dari 360% (LinkAja, 2022).

Selanjutnya, Indonesia memiliki potensi dana yang sangat besar karena adanya bonus demografi, di mana saat ini, sebanyak 26% penduduk merupakan generasi milennial dan 28% adalah generasi Z. 

Oleh karena itu, diperlukan strategi khusus untuk memaksimalkan potensi digitalisasi dan milenial sehingga pengumpulan dana sosial Islami bisa semakin mendekati jumlah potensial yang sesungguhnya./Indef

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Produk Halal
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Industri Halal Menjadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday-  Industri halal dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu...

Java Kopi
Ekonomi & Bisnis

Ekspor Kopi Jawa Barat Senilai Rp2,64 Miliar Dilepas Menuju ke Inggris

BANDUNG, Bisnistoday - Kementerian Perdagangan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyaksikan pelepasan...

EKONOMI

OJK Sebut Kota Bandung Layak Jadi Role Model Pemberdayaan UMKM dan Pemberantasan Rentenir

BANDUNG, Bisnistoday - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat menilai Kota Bandung layak...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

LPDB Koperasi Komitmen Tingkatkan Kapasitas Usaha Pengrajin Lurik Prasojo

JAKARTA, Bisnistoday - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi berkomitmen terus meningkatkan...