www.bisnistoday.co.id
Minggu , 8 November 2026
Home LIFESTYLE Komunitas Cue Café dan Gallery Kaleb Usaha Komunitas Difabel Bitung
KomunitasLIFESTYLE

Cue Café dan Gallery Kaleb Usaha Komunitas Difabel Bitung

KOMUNITAS DIFABLE : Komunitas KALEB terbentuk sejak tahun 2018 dan mulai dibina oleh Pertamina sejak tahun 2019.
Social Media

BITUNG, Bisnistoday – Dengan cekatan Elton salah satu Barista di Cue Café dan Gallery Kaleb membuatkan minuman yang dipesan pengunjung. Tidak menunggu lama, Kopi gula aren kekinian yang dipesan menggunakan bahasa isyarat pun telah tersaji di meja. 

Cue Cafe dan gallery ini dikelola oleh komunitas Tuli Peduli Bitung (Kaleb) yang didukung oleh Pertamina melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan memberikan pelatihan keterampilan mengolah makanan dan meracik kopi sehingga dapat menyajikan makanan dan minuman lezat ala cafe. 

Selain café, terdapat pula gallery yang menjual produk kreatif seperti kaos, goodie bag, dan gantungan kunci serta dompet dari batok kelapa hasil dari tangan-tangan kreatif komunitas difabel Kaleb.

Donna Charista, pendiri dari komunitas difabel Kaleb pun mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Pertamina atas apa yang telah berikan selama ini, tidak hanya berupa materi namun juga non materi. 

“Teman-teman Kaleb merasa senang sekali diberi wadah untuk berkarya dan menjadi mandiri, mereka merasa bahwa mereka juga mampu seperti orang lain yang tidak memiliki keterbatasan, mereka bisa bekerja dengan gigih dan memperjuangkan hidup mereka,” ujarnya.

Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Erwin Dwiyanto pada peresmian Cue Café dan Gallery Kaleb yang dilakukan Senin (19/12), mengatakan dampak dari program ini sendiri jika terus dipertahankan dan dikembangkan dapat mengurangi atau bahkan berpeluang untuk menghilangkan perspektif negatif atau sikap diskriminasi terhadap teman-teman difabel. 

“Mereka tidak butuh dikasihani, dispesialkan, namun mereka butuh diberikan kesamaan kesempatan dalam segala aspek penyelenggaraan negara atau dapat kita mulai dalam lingkup terkecil dulu yakni kesempatan dalam hidup mandiri dan sejahtera,” katanya.

Lebih lanjut, Erwin mengajak kepada seluruh tamu yang hadir dalam acara peresmian tersebut untuk menghargai hasil karya kaum difabel dan membangkitkan semangat mereka melalui cue cafe dan gallery ini.

Program pembinaan terhadap kelompok rentan kaum difabel ini merupakan bentuk nyata dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Nomor 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi; dan Nomor 10: Mengurangi Ketimpangan.

Terbentuknya Difabel Kaleb

Komunitas KALEB terbentuk sejak tahun 2018 dan mulai dibina oleh Pertamina sejak tahun 2019. Sebelum dibina, komunitas Kaleb yg terdiri dari teman-teman difabel tuna rungu dan tuna wicara ini hanya menjadikan Kaleb sebagai tempat berkumpul. Donna Chira yang merupakan pendiri dari Kaleb membentuk komunitas ini dengan harapan bahwa teman-teman difabel memiliki tempat untuk berkumpul dan bercerita agar mereka tidak mudah terjerumus ke dalam obat-obat terlarang, pergaulan bebas, ataupun ancaman sosial lainnya.

Pertamina Integrated Terminal Bitung yang berlokasi tidak jauh dari tempat kumpul komunitas kaleb ini melihat peluang dalam pemberdayaan kelompok rentan. Sehingga pada tahun 2019, Pertamina mulai melakukan pendekatan kepada teman-teman difabel dan mulai masuk melakukan pendampingan. 

Bentuk pendampingan yang dilakukan pertamina IT Bitung saat pertama kali adalah pelatihan dan edukasi bahasa isyarat, pengadaan alat bantu dengar, pengadaan mesin jahit dan print, serta pengadaan alat/bahan untuk kegiatan pengelolaan sampah organik dan anorganik.

Seiring berjalannya waktu dan melihat kegiatan-kegiatan positif yang ada di kaleb membuat anggotanya semakin bertambah. Pada tahun 2020 Pertamina IT Bitung memberikan pelatihan dan alat sablon serta membuatkan cafe literasi untuk komunitas kaleb. 

Selain itu di tahun itu juga ketika covid-19 mulai masuk ke Indonesia, Pertamina IT Bitung dengan memberi pelatihan keterampilan menjahit kepada komunitas Kaleb tentunya dengan tetap menerapkan protokol covid. Dengan begitu, komunitas ini bisa tetap eksis dengan memproduksi masker kain dan handsanitizer yang sangat diperlukan masyarakat guna mengurangi penyebaran covid-19 di sekitar wilayah kota Bitung.

Selanjutnya pada tahun 2021, bentuk pendampingan yang dilakukan oleh Pertamina mulai merambah ke pendampingan usaha kuliner, pelatihan membuat kerajinan kriya dari batok kelapa, hingga ke pelatihan menjadi seorang barista. 

Setelah mulai terlihat produk-produk hasil produksi teman-teman Kaleb seperti kaos sablon, kerajinan kriya, meracik kopi dan membuat makanan, akhirnya dibuatkanlah Cafe Cue dan Gallery Kaleb yang telah diresmikan tanggal 19 Desember Tahun 2022./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Shanti dan produk SR Cakery (dok: pribadi)
LIFESTYLEWisata & Kuliner

Berawal dari Iseng, Shanti Merajut Cita Rasa dan Membangun SR Cakery

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Tidak semua usaha besar lahir dari perencanaan matang atau...

Lokakarya Mewujudkan Potensi Pengurangan Susut dan Sisa Pangan untuk Mendukung Transformasi Ekonomi Hijau Indonesia di Bali, akhir Oktober lalu. (dok:IBCSD)
LIFESTYLEWisata & Kuliner

IBCSD Dorong Hotel di Bali Jadi Garda Terdepan Pengurangan Sisa Pangan

Badung, Bisnistoday.co.id – Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian...

LIFESTYLE

Elizabeth Eksplorasi Leather dan Floral Lewat Koleksi Bloom Beneath the Surface

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Brand fashion lokal Elizabeth menghadirkan koleksi terbaru bertajuk Bloom...

Viviana Gonzalez, Atase Kerja Sama Kedutaan Besar Meksiko di Indonesia, di acara ICE 2026 di Kampus UI, Depok. (Foto: Adi)
HumanioraKomunitas

ICE 2026, Ajang Perkenalan Budaya Antarbangsa

JAKARTA, bisnistoday.co.id – Sabtu (24/10/2026) siang itu, ratusan anak muda tampak memenuhi...