JAKARTA, Bisnistoday – Perhelatan JF3 Fashion Festival 2025 kembali menjadi saksi NES by HDK dalam memamerkan koleksi terbaru yang menyatukan batik, shibori, dan tenun Makassar dalam narasi keberlanjutan. Dibawah kreativitas Helen Dewi Kirana, brand ini membuktikan fashion bisa menjadi medium perubahan sosial dan pelestarian budaya.
Sejak 2014, NES (singkatan dari “keajaiban”) telah membawa tekstil Indonesia hingga ke Smithsonian Museum Washington DC dan Paris Fashion Week. Karya-karyanya yang handmade menjadi jembatan antara tradisi lokal dengan estetika kontemporer kelas dunia.
Koleksi “Batik Baik” NES menggunakan bahan daur ulang dan cap batik dari barang bekas, sementara motif “Pohon Kehidupan” jadi simbol harmoni manusia-alam. Brand ini juga aktif dalam Gerakan Indonesia Bersih, membuktikan komitmen nyata di balik setiap rancangan.
“Fashion adalah bahasa universal untuk menyampaikan cinta dan tanggung jawab sosial,” ucap Helen Dewi Kirana, dalam keterangannya, Sabtu (2/7/2025).
Helen menjelaskan, empat pilar mereka dalam menyampaikan gagasan lewat karya fashion, yakni Cinta, Edukasi, Lingkungan, dan Seni Budaya yang menjadi jiwa dalam setiap koleksinya.
Partisipasi NES di JF3 2025 tak hanya memamerkan keindahan tenun Makassar, tapi juga membuka mata dunia akan potensi tekstil Indonesia. Setiap helai kain bercerita tentang kearifan lokal yang dikemas secara modern.
Dengan ratusan pengrajin lokal yang terlibat, NES menciptakan ripple effect positif bagi komunitas. Kehadirannya di JF3 menjadi bukti: fashion berkelanjutan bukan tren semata, tapi gerakan budaya yang menginspirasi.


